BEM ISTNUBA Adakan Kegiatan Doroh Darah Sebagai Wujud Kepedulian Terhadap Sesama

96

pwnubali.or.id – Denpasar, 30 Mei 2021. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Sains dan Teknologi Nahdlatul Ulama Bali (ISTNUBA) menyelenggarakan aksi donor darah yang di adakan di kampus ISTNUBA dan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) yang di hadiri oleh ketua Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Bali.

Ketua PDDI Bali, Ketut Pringantara dalam sambutannya memberikan apresiasi pada kegiatan ini sebagai kegiatan awal pergerakan kampus yang baru berjalan di tengah kondisi pandemi COVID-19.

“Terimakasih untuk adek-adek mahasiswa ISTNUBA, luar biasa ini pertama kalinya ya dan ini menjadi pemula. Tapi sudah sangat siap dalam menyelenggarakan donor darah. Indikator kita sehat. Yaitu darah kita sehat. Aktivitas donor darah pagi ini adalah sesuatu yg luar biasa yg telah dilakukan dan ini mahal harganya saya sebagai ketua PDDI Bali mengapresiasi sebesar-besarnya. Dan kami sekarang sedang Goes to kampus goes to milenial,” tutur Ketua PDDI Bali dalam sambutannya.

Meski saat ini seluruh dunia sedang membicarakan COVID-19, namun tidak ada bukti penularan melalui transfusi darah, darah yang didonorkan pun tidak akan langsung diberikan kepada penerima donor darah. Darah yang telah didonorkan akan melalui beberapa proses pemeriksaan, penyaringan, dan pemisahan komponen sehingga aman untuk diberikan kepada orang yang membutuhkan.

Seperti yang dilansir oleh situs alodokter.com menjelaskan di Korea Selatan terdapat penelitian terhadap beberapa pasien COVID-19 yang kebetulan mendonorkan darah tidak lama sebelum mereka terdiagnosis. Darah yang didonorkan tersebut diperiksa dan tidak ditemukan virus Corona di dalamnya sehingga tetap bisa diberikan kepada penerima donor.

Meski begitu, penderita COVID-19 dan beberapa orang yang dicurigai terinfeksi virus Corona atau mengalami gejalanya tidak diperkenankan melakukan donor darah, karena virus ini bisa ditemukan di dalam darah walaupun hanya dalam jumlah kecil. Namun, bagi orang yang sehat dan tidak berisiko tinggi terinfeksi virus Corona, tidak ada alasan untuk tidak mendonorkan darah.

Para panitia penyelenggara tetap menetapkan protokol kesehatan dengan ketat. Calon pendonor harus mengecek suhu badan, menggunakan masker, dan memakai handsanitizer sebelum memasuki kampus, pada saat menunggu giliran pun kursi di atur berjarak satu meter. Hal tersebut diterapkan agar pelaksanaan kegiatan donor darah ini dapat berjalan dengan memenuhi protokol kesehatan.

Redaktur : Dewi Novita (Kominfo BEM ISTNUBA)
editor : Anita

TINGGALKAN KOMENTAR

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.