Habib Ali Al Jufri Yakin NU Kuat Hadapi Terpaan Islam Radikal

0
134

PWNUBALI.OR.ID | JAKARTA

Habib Ali Zainal Al-Jufri, ulama Uni Emirat Arab mengatakan organisasi Islam terbesar di dunia, Nahdlatul Ulama (NU) tidak akan goyah meski diterpa atau mendapat perlawanan dari kelompok berpaham radikal. Hal tersebut karena NU didirikan oleh ulama-ulama besar yang tidak diragukan lagi keilmuannya.

Menurut pendapatnya, NU kerap mengajarkan umat agar cinta kepada Rasulullah dan menebarkan kasih sayang terhadap sesama.   “NU itu entitas yang memiliki sejarah panjang sebagai otoritas keagamaan di indonesia. Tidak akan mungkin goyah diterpa oleh derasnya arus pemahaman-pemahaman Islam radikal karena di NU banyak tokoh ulama,” kata Habib Ali.

Ulama kharismatik ini menyampaikannya setelah berbicara pada seminar internasional yang diselenggarakan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (30/11).

Habib Ali mengatakan, sejak didirikan oleh para pendirinya, dalam organisasi NU sudah ada dasar kecintaan terhadap Rasulullah.

“Semangat keilmuan di NU juga telah melahirkan berbagai lembaga pendidikan keagamaan. Kebesaran dan eksistensi NU merupakan warisan besar dan berharga bagi umat Islam,” katanya.

Namun, menurut Habib Ali, kebesaran NU juga merupakan beban bagi pengurus NU agar kelembagaan NU tetap efektif serta konsisten dengan cita-cita yang dirumuskan para pendiri NU.

“Kita bedoa semoga Allah memberikan taufik-Nya pada penyelenggara dan para pengurus NU,” harapnya.

Sementara itu terkait ajaran Islam di Indonesia, ia menilai sudah benar berdasarkan ajaran Imam Madzhab dalam Islam. Bahkan, kata dia, Islam Indonesia adalah Islam yang utuh dan stabil.

Selanjutnya Habib Ali juga mewanti-wanti agar umat Islam waspada, sebab belakangan telah banyak muncul kelompok yang ingin memecah belah umat Islam.

“Sehingga berkembang pemikiran-pemikitan radikal,  tetapi pemahaman seperti itu tidak akan bertahan lama,” pungkasnya. (dad)

Sumber: nu.or.id

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.