Pentingnya Wara’, Menjauhi Sesuatu Yang Syubhat

Dok. Foto dari pixabay

PWNUBALI.OR.ID

Seyogyanya engkau menjauhi yang haram dan syubhat, karena sifat wara’ merupakan tiang agama dan menjadi dasar utama ulamaul ‘amilin. Nabi SAW bersabda;

كل لحم نبت من سحت فالنار اولى به

(Kullu lahmin nabata min sukhtin fannaru aula bihi)
“Setiap daging yang tumbuh dari perkara yang haram* maka ia lebih pantas masuk neraka”
*(Lafadz Sukhtin bi makna kharomin). Asal makna dibenci (oleh Allah)

Hadits lain, Nabi SAW bersabda;

من اتقى الشبهات فقد استبر أ لدينه وعرضه ومن وقع فى الشبهات وقع فى الحرام

(Man ittaqos syubuhati faqodistabro’a li dinihi wa ‘irdhihi. Wa man waqo’a fis syubuhati waqo’a filnkharomi)
“Siapa saja yang menjauhi perkara syuhbat berarti ia telah membersihkan agamanya dan kehormatannya. Dan barang siapa yang jatuh ke dalam syubhat maka ia telah jatuh ke dalam perkara yang haram”

Ketahuilah bahwa orang yang makan barang yang haram dan syubhat jarang sekali diberi (oleh Allah) kesempatan untuk beramal shaleh.

Andai saja ia diberi pertolongan (taufik) secara lahiriyah mengamalkan kebaikan maka pasti disertai cacat batin yang merusaknya seperti ujub dan riya’. Jadi dlm keadaan apapun orang yg makan barang haram amalnya tertolak karena Allah SWT itu baik ( Hasan) dan hanya menerima yang baik.

 

Sumber : Kitab Risalatul mu’awanah
Qori Kitab : M. Agus Nisfu Sya’ban

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.