pwnubali.or.id
BULELENG, 1 Februari 2026 – Bertempat di Aula Unit IV Gedung Bupati Buleleng, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Buleleng resmi melantik jajaran pengurus baru untuk masa khidmat 2026-2027 pada Minggu 09.30 pagi. Di bawah kepemimpinan Fauzi Hariri sebagai Ketua Cabang, organisasi ini mengusung visi besar untuk melakukan lompatan gerakan yang lebih adaptif dan berdampak.
Acara yang dimulai pukul 09.30 WITA ini berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Buleleng, perwakilan PKC PMII Bali, alumni, serta pimpinan organisasi kepemudaan (OKP) se-Kabupaten Buleleng.
Dalam sambutan perdananya pasca resmi dilantik, Fauzi Hariri menegaskan bahwa pelantikan ini bukanlah sekadar seremoni pergantian wajah, melainkan “Langkah Awal” untuk merekonstruksi peran PMII di Buleleng. Ia menyatakan bahwa tantangan zaman menuntut kader PMII untuk keluar dari zona nyaman dan mulai mengisi ruang-ruang strategis dengan kompetensi yang mumpuni.
“Kita sedang melakukan rekonstruksi besar-besaran terhadap gerakan. PMII Buleleng harus menjadi wadah yang tidak hanya pandai berwacana, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui dua pilar utama: transformasi kaderisasi holistik dan penguatan literasi multidimensi,” ungkap Fauzi dengan penuh semangat.
Sinergi untuk Bumi Panji Sakti Lebih jauh, Fauzi memberikan penekanan khusus mengenai posisi PMII dalam peta pembangunan daerah. Ia secara lugas menyatakan kesiapan organisasi yang dipimpinnya untuk menjadi mitra strategis pemerintah. Pemilihan Unit IV Gedung Bupati sebagai lokasi pelantikan menjadi simbol kesiapan PMII untuk berkolaborasi secara intensif namun tetap objektif.
“PMII Buleleng siap menjadi mitra strategis pemerintah Kabupaten Buleleng. Kami hadir sebagai kawan berpikir dan mitra kerja yang solutif. Kami akan mendukung penuh setiap program pembangunan yang berpihak pada rakyat, dan tentu saja tetap memberikan masukan konstruktif sebagai kontrol sosial jika ada kebijakan yang perlu dievaluasi,” imbuhnya.
Menurut Fauzi, sinergi antara gerakan mahasiswa dan pemerintah adalah kunci untuk mengakselerasi kemajuan Buleleng. Ia meyakini bahwa gagasan-gagasan segar dari kalangan aktivis mahasiswa dapat menjadi stimulan penting bagi kebijakan publik yang lebih inovatif dan inklusif.
Penutup Acara Mengakhiri pidatonya, Fauzi mengajak seluruh jajaran pengurus untuk langsung bekerja dan memberikan kontribusi terbaik. Pidato tersebut disambut riuh tepuk tangan dari para hadirin, menandakan optimisme baru di bawah kepengurusannya.
Acara pelantikan kemudian ditutup dengan sesi ramah tamah dan doa bersama, yang meneguhkan semangat kolektif untuk memulai langkah transformasi di Bumi Panji Sakti.







