Haul Masyayikh, Sholawat dan Doa Bersama; Ini Pesan dari KH Achmad Chalwani Untuk Nahdliyin Bali

Dok. Kegiatan HAUL MASYAYIKH, SHALAWAT DAN DOA BERSAMA UNTUK G20

PWNUBALI.OR.ID | Denpasar – Rangkaian acara Haul Masyayikh, Sholawat dan Doa Bersama untuk G20 Bali Bangkit, Indonesia Tumbuh, Indonesia Tangguh resmi ditutup dengan pengajian akbar yang diisi para tokoh Ulama diantaranya adalah; KH. Achmad Chalwani, Wakil Rois Syuriah PWNU Jateng, Al Habib Salim Bin Ali Bafaqih, Rois Aam Syuriah Jatman Bali serta KH. Dzulkarnaen Anwar S.Pd.I, Pengasuh PPAl Haromain , Jember, Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PCNU Kota Denpasar, H. Pujianto, S.Adm menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dalam rangka menghidupkan kembali kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Menggandeng Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN), PCNU Kota Denpasar mengajak para pelaku UMKM untuk dapat berkembang melalui Bazzar UMKM.

Bacaan Lainnya
KH. Achmad Chlawani dalam acara Dok. Kegiatan HAUL MASYAYIKH, SHALAWAT DAN DOA BERSAMA UNTUK G20

“Kegiatan malam hari ini merupakan kegiatan awal setelah sekian lama tertidur, hampir dua tahun mengalamai pandemi yang sudah kita rasakan bersama. Alhamdulillah kita bekerjasama dengan HPN untuk mengembangkan perekonomian masyarakat nahdliyin khususnya kota denpasar, umumnya provinsi Bali. Kami juga mensukseskan G20 yang akan diselenggarakan di Bali,” tuturnya.

“Dengan adanya bazzar UMKM kami berharap mudah-mudahan kegiatan ini membawa keberkahan bagi para nahdliyin khususnya kota Denpasar,” imbuhnya.

Rangakaian acara Haul Masyayikh, Sholawat dan Doa Bersama diawali dengan kegiatan jalan sehat pada Ahad Pagi, 54 September 2022 di Lapangan Renon, Denpasar. Dilanjutkan dengan berbagai perlombaan seperti Hadrah, Al-Banjari serta lomba mewarnai untuk anak-anak. Dan diakhiri dengan Mauidhoh Hasanah dan doa barokah KH. Achmad Chalwani.

KH. Achmad Chalwani dalam tausiyahnya mengajak jamaah untuk mencintai Rasulullah SAW dan senantiasa rindu dengan Rasulullah.

KH. Achmad Chlawani dalam acara Dok. Kegiatan HAUL MASYAYIKH, SHALAWAT DAN DOA BERSAMA UNTUK G20

“Orang kalau sering menyebut nama Nabi, maka kotoran dai hati dan dipikiran dibersihkan oleh Allah SWT, dengan syarat sering menyebut nama Nabi. Jangankan nama Nabi, baru menyebut gelar nabi saja kotoran di hati dan dipikran dibersihkan oleh Allah.,” tutur beliau.

Kemudian Kyai Chalwani, menambahkan bahwa orang yang rindu dengan Nabi maka rutin Sholat Dhuha. Karena Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang tidak pernah ditinggalkan Nabi.

“Ngaku kangen karo Kanjeng Nabi kok ora tau sholat dhuha, ora ngandel (ngaku rindu dengan Nabi namun tidak pernah sholat duha maka tidak dapat dipercaya (hoax),” kata beliau dengan tegas.

Sholat Dhuha juga memiliki banyak keutamaan diantaranya adalah untuk memperlancar atau memperbaiki rezeki.

“Bondo, arto, rejeki, sertifikasi, bengkok, tunjangan jabatan, honor penyuluh, honor BLT, honor PKH, yen ora di pageri karo sholat dhuha ora nglumpuk-nglumpuk bandani. Orang wis kerja sampai nekuk-nekuk tapi bondo ora nglumpuk orasah sambat, iku ketoro ora tau sholat dhuha. (Harta jika tidak dipagari dengan sholat dhuha maka tidak akan kumpul. Orang yang sudah kerja keras namun harta tidak kumpul itu terlihat bahwa tidak pernah sholat dhuha)”

Untuk itu beliau berpesan agar kita semua rutin melaksanakan sholat Dhuha sebagai bentuk rasa rindu kepada Nabi Muhamamd SAW. Serta memperbanyak menyebut namanya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.