Mengenang Hari Kelahiran Gus Dur 4 Agustus 1940, Cerita Dibalik Lukisan Gus Dur & Ibu Shinta Berdayung Sampan

  • Whatsapp

pwnubali.or.id – Mengenang Hari Kelahiran Gusdur, 4 Agustus 1940, Hasan Basri dalam sosial medianya bercerita tentang Cerita dibalik lukisan Gus Dur & Ibu Shinta berdayung sampan di Bengawan Solo di Bojonegoro – Jawa Timur, berikut kisahnya;

Pada tahun 1994 Gus Dur ceramah di halaman Kampus STAI Sunan Giri Bojonegoro, beliau banyak cerita tentang proses akulturasi budaya Islam di Indonesia terutama di Tanah Jawa melalui jalur laut dan sungai-sungai.

Bacaan Lainnya

Sampailah beliau bertutur bahwa kakek buyut Gus Dur termasuk didalam misi itu (tahun 1600an), dengan menggunakan transportasi Perahu dan kapal. Termasuk memasuki daratan Bojonegoro melewati Sungai Bengawan Solo, hingga sebuah Perahu yang ditumpangi Buyut Gus Dur tenggelam dan singgah disebuah pulau ditengah Bengawan Solo di Bojonegoro. Buyut Gus Dur tak terselamatkan dari musibah tenggelamnya perahu tersebut, lalu dimakamkan disputar perkampungan tak jauh dari Bengawan.

Cerita ini sungguh tak masuk akal karena jika di hitung jarak peristiwa tersebut dengan umur Gus Dur saat itu sangat jauh. Saya sempat tak percaya dan heran dengan cerita tersebut, hingga bertahun-tahun tak pernah dapat jawaban sebuah fakta sejarah. Tapi inilah Gus Dur yang sebagian kita menyebutnya Wali dan punya karomah, salah satunya dapat berkomunikasi dengan para ahli kubur.

Hal yang sama pernah terjadi ketika tiba-tiba Gus Dur berziarah kesebuah makam tak terkenal di Senori – Tuban, makam itu dikelilingi 9 pohon tua yang cukup rindang, Gus Dur mendakwa bahwa dimakam itu Sunan Kalijogo dikebumikan, padahal semua tahu bahwa Sunan Kalijogo makamnya ada di Jawa Tengah.

Pada tahun 2006 sebuah Perahu kuno yang cukup besar ukurannya ditemukan di dasar sungai Bengawan Solo tepatnya di ujung sebuah pulau di desa Padang Kec. Trucuk Kab. Bojonegoro, ahli arkeologi menyebut bahwa perahu itu adalah transportasi laut & sungai pada sekitar tahun 1614an, Subhanalloh… sontak saya teringat cerita Gus Dur tentang buyutnya yang ikut tenggelam saat mengendarai Perahu dalam misi akukturasi budaya Islam masuk tanah jawa terutama Bojonegoro Jawa Timur. Sebuah kebetulan atau justru fakta sejarah? Hanya Gus Dur yang tahu.

Al Fatihah !

sumber : FB : Hasan Bisri |
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10205161874164815&id=1783854145
editor : MM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.