Keistimewaan Seekor Anjing, Hikmah dan Sifat Tercela

pwnubali.or.id – Anjing merupakan salah satu hewan peliharaan yang banyak memiliki fungsi semisal sebagai penjaga, pelacak atau sekedar teman hidup pemiliknya. Kesetiaan yang ditunjukkan anjing sangat mirip dengan konsep manusia terkait persahabatan. Akan tetapi dalam Islam ada beberapa hal yang menjadikan Anjing tidak bisa asal dipelihara tanpa ada kepentingan tertentu. Beberapa ulama berbeda pendapat perihal kebolehan memilihara Anjing.

Walaupun demikian, dalam diri Anjing juga memiliki beberapa hikmah yang dapat dijadikan pembejalaran sebagaimana yang tertuang dalam Kitab Kasyifatussaja, berikut.

Bacaan Lainnya

 

ﺎﺷﻔﺔ ﺍﻟﺴﺠﺎ ﻓﻲ ﺷﺮﺡ ﺳﻔﻴﻨﺔ ﺍﻟﻨﺠﺎ :
ﺣﻜﻤﺔ: ﻓﻲ ﺍﻟﻜﻠﺐ ﻋﺸﺮ ﺧﺼﺎﻝ ﻣﺤﻤﻮﺩﺓ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﻟﻠﻤﺆﻣﻦ ﺃﻥ ﻻ ﻳﺨﻠﻮ ﻣﻨﻬﺎ: ﺃﻭﻟﻬﺎ: ﻻ ﻳﺰﺍﻝ ﺟﺎﺋﻌﺎً ﻭﻫﺬﻩ ﺻﻔﺎﺕ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ. ﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ: ﻻ ﻳﻨﺎﻡ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﺇﻻ ﻗﻠﻴﻼً ﻭﻫﺬﻩ ﻣﻦ ﺻﻔﺎﺕ ﺍﻟﻤﺘﻬﺠﺪﻳﻦ. ﺍﻟﺜﺎﻟﺜﺔ: ﻟﻮ ﻃﺮﺩ ﻓﻲ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﺃﻟﻒ ﻣﺮﺓ ﻣﺎ ﺑﺮﺡ ﻋﻦ ﺑﺎﺏ ﺳﻴﺪﻩ ﻭﻫﺬﻩ ﻣﻦ ﻋﻼﻣﺎﺕ ﺍﻟﺼﺎﺩﻗﻴﻦ. ﺍﻟﺮﺍﺑﻌﺔ: ﺇﺫﺍ ﻣﺎﺕ ﻟﻢ ﻳﺨﻠﻒ ﻣﻴﺮﺍﺛﺎً ﻭﻫﺬﻩ ﻣﻦ ﻋﻼﻣﺎﺕ ﺍﻟﺰﺍﻫﺪﻳﻦ. ﺍﻟﺨﺎﻣﺴﺔ: ﺃﻥ ﻳﻘﻨﻊ ﻣﻦ ﺍﻷﺭﺽ ﺑﺄﺩﻧﻰ ﻣﻮﺿﻊ ﻭﻫﺬﻩ ﻣﻦ ﻋﻼﻣﺎﺕ ﺍﻟﺮﺍﺿﻴﻦ. ﺍﻟﺴﺎﺩﺳﺔ: ﺃﻥ ﻳﻨﻈﺮ ﺇﻟﻰ ﻛﻞ ﻣﻦ ﻳﺮﻯ ﺣﺘﻰ ﻳﻄﺮﺡ ﻟﻪ ﻟﻘﻤﺔ ﻭﻫﺬﻩ ﻣﻦ ﺃﺧﻼﻕ ﺍﻟﻤﺴﺎﻛﻴﻦ. ﺍﻟﺴﺎﺑﻌﺔ: ﺃﻧﻪ ﻟﻮ ﻃﺮﺩ ﻭﺣﺜﻲ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺘﺮﺍﺏ ﻓﻼ ﻳﻐﻀﺐ ﻭﻻ ﻳﺤﻘﺪ ﻭﻫﺬﻩ ﻣﻦ ﺃﺧﻼﻕ ﺍﻟﻌﺎﺷﻘﻴﻦ. ﺍﻟﺜﺎﻣﻨﺔ: ﺇﺫﺍ ﻏﻠﺐ ﻋﻠﻰ ﻣﻮﺿﻌﻪ ﻳﺘﺮﻛﻪ ﻭﻳﺬﻫﺐ ﺇﻟﻰ ﻏﻴﺮﻩ ﻭﻫﺬﻩ ﻣﻦ ﺃﻓﻌﺎﻝ ﺍﻟﺤﺎﻣﺪﻳﻦ. ﺍﻟﺘﺎﺳﻌﺔ: ﺇﺫﺍ ﺃﺟﺪﻱ ﻟﻪ ﺃﻱ ﺃﻋﻄﻲ ﻟﻪ ﻟﻘﻤﺔ ﺃﻛﻠﻬﺎ ﻭﺑﺎﺕ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻭﻫﺬﻩ ﻣﻦ ﻋﻼﻣﺎﺕ ﺍﻟﻘﺎﻧﻌﻴﻦ. ﺍﻟﻌﺎﺷﺮﺓ: ﺃﻧﻪ ﺇﺫﺍ ﺳﺎﻓﺮ ﻣﻦ ﺑﻠﺪ ﺇﻟﻰ ﻏﻴﺮﻫﺎ ﻟﻢ ﻳﺘﺰﻭﺩ ﻭﻫﺬﻩ ﻣﻦ ﻋﻼﻣﺎﺕ ﺍﻟﻤﺘﻮﻛﻠﻴﻦ ﺍﻧﺘﻬﻰ

10 Hikmah dari seekor Anjing :
Pada Anjing terdapat pekerti atau kebiasaan terpuji yang seyogyanya seorang mukmin tidak melepasnya :
1. Dia senantiasa dalam keadaan lapar, dan ini merupakan sifat orang-orang shalih.
2. Pada waktu malam dia hanya tidur sebentar, dan ini merupakan sifat orang-orang yang ahli tahajjud.
3. Andai pada suatu hari dia diusir seribu kali maka dia senantiasa di pintu rumah tuannya, dan ini merupakan sifat orang-orang jujur.
4.Jika dia mati maka dia tidak meninggalkan warisan, dan ini merupakan tanda orang-orang zuhud.
5. Dia merasa puas / rela atas bagiannya di bumi dg tempat yang paling rendah, dan ini merupakan tanda orang-orang ridha.
6. Dia memandangi setiap orang yang melihatnya sehingga dilemparkannya sesuap makanan untuknya, dan ini merupakan akhlaq orang-orang miskin.
7. Andai debu dilemparkan terhadapnya maka dia tidak marah dan tidak dengki, dan ini merupakan akhlaq para pecinta.
8. Apabila tempatnya dikuasai maka dia akan meninggalkan tempatnya dan berjalan ke tempat lain, dan ini merupakan sikap seorang pemuja.
9. Apabila dia diberi sesuap makanan maka dia memakannya dan senantiasa makan sesuap makanan, dan ini merupakan tanda orang-orang yang qona’ah / menerima apa adanya.
10. Apabila dia bepergian dari suatu daerah ke daerah lain maka dia tidak berbekal, dan ini merupakan tanda orang-orang yang tawakkal.

Selain itu Adapula sifat yang tercela dari anjing yang tertuang dalam kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Gozali diantaranya adalah, :

1. mengikuti sahwat, diberi peringatan atau tidak dia akan menjulurkan lidahnya ( kinayah selalu mengikuti syahwat)
2. menerkam ( menyakiti orang lain )
3. merobek dengan cakaran ( merusak kehormatan orang lain )

Terakhir, bagaimanapun juga Anjing merupakan hewan ciptaan Allah swt. Kita wajib menyanyangi dan tidak boleh menyakitinya kecuali karena membela diri akan diserang, itupun sebisa mungkin untuk tidak membunuhnya. Percaya bahwa segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah swt pasti memiliki tujuan dan manfaatnya.

penyaji : Ust. Farid Mubarok
Editor : yta

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.