Harlah Fatayat NU ke-75, Fatayat NU Bali Ngaji Bersama Ning Sheila dan Gus Kafa

pwnubali.or.id

Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-75, Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Bali menggelar acara istimewa yang berlangsung khidmat dan meriah di Musholla Joglo Khalifa, Selasa(13/5). Acara ini berhasil menarik antusiasme sahabat, dengan dihadiri oleh sekitar 350 peserta dari 9 kabupaten/Kota se-Bali.

Acara dimulai setelah dzuhur dengan serangkaian kegiatan seperti pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan, sambutan-sambutan, serta pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas eksistensi Fatayat NU selama 75 tahun terakhir.

Dalam sambutannya, Ketua PW Fatayat NU Bali Sahabat Tri Ayu Wahyuni, M.Pd mengatakan bahwa sahabat Fatayat NU Bali punya kewajiban menebar manfaat dg kreatifitas, kecerdasan dibidang apapun termasuk pemerintahan. “Bonusnya, Untuk mewujudkan kader perempuan yang pintar, Fatayat NU Bali dan Isnuba telah melakukan MoU dengan memberikan beasiswa bagi kader Fatayat yang aktif untuk kuliah di Isnuba”

Pemotongan tumpeng oleh ketua PW Fatayat NU yang didampingi oleh Ketua PWNU Bali KH Abdul Azis, Gus Kafa dan Neng Shaila selaku tamu kehormatan dan narasumber.

Selanjutnya acara seminar dengan tema “Organisasi Digdaya; Perempuan Berdaya dan Berkarya”. Dibuka oleh moderator Adiba. Materi pertama disampaikan oleh Gus Kafa dilanjutkan oleh Neng Shaila dari Lirboyo. Pemaparan awal cukup membuat antusias dan membangkitkan semangat peserta, bagaimana tidak, Gus Kafa mengatakan bahwa perempuan harus bahagia dzohir batin. “Perempuan bahagia maka semestapun ikut bahagia” tukasnya sambil disambut tepuk tangan peserta.

Materi yang disampaikan Neng Shaila tak kalah menarik, Potensi yg dikembangkan perempuan pertama kali adalah mengaji atau belajar. “Amal sholeh perlu ilmu agar bisa bergerak dan berkarya maka perempuan menjadi berdaya”. Kata Neng Shaila penuh aura.

Setelah sesi tanya jawab, ada hadiah yang diberikan oleh PW Fatayat NU Bali untuk 3 sahabat daiyah terbaik yang sudah mengisi acara Ngalim di media sosial Fatayat Bali. Yang terbaik tersebut adalah Sahabat Sri Wahyuni dari Gianyar, Sahabat Lisdiana Fitri dari Karangasem dan sahabat Ena A’yuni dari Buleleng. Juga dibagikan doorprize bagi sahabat penanya dan yang beruntung.

Kegiatan tersebut berlangsung hangat, inspiratif dan menyenangkan. Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antar peserta, menciptakan suasana kebersamaan dan kekeluargaan yang kental.

 

Aminatun Hs

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses