Kajian Kitab Kaasyifatussaja; Dzikir Yang Tidak Berpahala

61

pwnubali.or.id – Salah satu agenda rutin PW LTNNU Bali setiap malam selasa adalah kajian kitab Kaasyifatussaja Karya Imam An Nawawi Syarah Safinatunnaja Karya Syaikh Salim bin Sumair Al Hadromi yang disajikan oleh Ust. Farid Mubarok, S.Pd.I, Ketua LDNU Denpasar Barat Bali. Kajian tersebut disiarkan secara live di akun media sosial Fanspage PWNU Bali dan Youtube PWNU Bali mulai pukul 20.00 Wita – selesai.

Dalam kitab tersebut menjelaskan beberapa hal tentang dzikir. Salah satunya adalah menyampaikah bahwa berdzikir yang tidak mengerti artinya maka tidak mendapat pahala. Sebagaimana yang tertuang dalam kitab tersebut hal : 10 yang disampaikan oleh ustaz Farid.

 

 

 

 قال العلماء رضي اللّٰه عنهم : اعلم انه لا يثاب ذاكر على ذكره الا اذا عرف معناه ولو إجمالا بخلاف القرآن فيثاب قارئه مطلقا، نبه ذلك القليوبى

“Para ulama’ berkata (Semoga Allah meridoinya) : Ketahuilah, bahwasannya orang yang berdzikir tidak akan dapat pahala atas dzikirnya, kecuali apabila ia mengerti arti dzikirnya itu walupun hanya secara umum. Berbeda dengan Al Quran, maka membacanya akan mendapat pahala secara mutlak (walaupun tidak mengerti artinya)”

Untuk itu, maka sejatinya kita perlu mempelajari makna dan hakikat dari dzikir yang kita amalkan agar kita mampu menuai barokan dan manfaat dari dzikir tersebut. (red. MM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.