Jadi Rangkaian Harlah IPPNU Bali, Bedah Buku “Suara Pelajar” Tingkatkan Gairah Literasi Para Kadernya

PWNUBALI.OR.ID | DENPASAR

Dalam rangka memperingati hari lahir IPPNU yang ke 65. Pengurus PW IPPNU Bali untuk kesekian kalinya mengadakan kegiatan Bedah Buku.

Bacaan Lainnya

Bertempat di gedung PW NU Bali pada 15 Maret 2020 dengan menghadirkan Rekan Musyfiqurrahman selaku pembedah dari Buku Suara Pelajar Jawa Timur, yang juga pengurus aktif dari pengurus IPNU Jawa Timur.

Acara terbilang cukup menarik. Terlihat kuantitas peserta dari perwakilan PW IPNU Bali, PC IPNU IPPNU Kota Denpasar, Badung dan Jembrana yang ikut berpartisipasi. Peringatan Harlah ini juga ditandai dengan pemotongan tumpeng.

Ketua PW Muslimat Bali, Hj. Any Hani’ah selaku pembina IPPNU Bali dalam sambutannya sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan Harlah yang diinisiasi pengurus PW IPPNU Bali tersebut, meski ada beberapa catatan penting yang mesti dievaluasi terutama dari proses penyelenggaraan acaranya.

Hj. Any mengatakan, “Kegiatan semacam ini harus sering dilakukan untuk memotivasi kalian. Agar biasa menulis dan menggaungkan setiap pemikiran dalam organisasi. Dengan selalu belajar, maka manfaatnya akan semakin besar.”

Hal ini diamini oleh rekanita Saidah Husnia, ketua PW IPPNU Bali yang menyatakan permohonan maaf atas kurang maksimalnya koordinasi dengan semua pemangku kepentingan di PWNU Bali, terutama kepada pembina PW IPPNU Bali.

Narasumber acara bedah buku ini, Musyfiqurrahman, mengawali dengan menyampaikan betapa pentingnya menulis.  Mengikuti perkembangan Industri 4.0, sangat perlu bagi IPNU/IPPNU meningkatkan tradisi membaca dan menulis yang intensif.

“Jika kita ingin hidup seribu tahun lamanya, maka menulislah. Karena dengan menulis, hasil karya kita tidak akan mudah hilang dan terlupakan” ujarnya.

Ia juga menceritakan bagaimana proses penulisan buku ‘Suara Pelajar’ ini melibatkan banyak kader IPNU di Jawa Timur. Saat itu sebagai ketua PW IPNU Jatim dirinya banyak berkeliling daerah untuk mengajak para kader IPNU menulis yang akhirnya melahirkan buku ini.

Kisah di atas direspon positif oleh Ketua LTN NU Bali, Taufiq Maulana. Ketua LTNNU Bali berharap Pelajar NU Bali terutama PW IPNU IPPNU Bali bisa meniru langkah Musyfiqurrahman itu. Menciptakan iklim literasi di Bali bahkan nantinya bisa melahirkan buku, buah pemikiran dari kreatifitas gagasan tiap-tiap kader terbaik di Bali.

“PW IPNU/IPNU Bali bisa bersama mengangkat kumpulan tulisan dengan tema toleransi menjadi sebuah buku, dengan mengajak kader-kader dari setiap cabang se-Bali.” harapnya.

Reportase: Hazin Ma Leo
Editor: Dadie W. Prasetyoadi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses