pwnubali.or.id
Denpasar, Bali – Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Bali menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-V pada Minggu, 23 Februari 2025, yang berlangsung di Gedung An-Nahdlah Center PWNU Bali. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Wakil Ketua Umum (Waketum) Pimpinan Pusat (PP) Pagar Nusa, Bapak Edy Junaidi, Ketua Tanfidziyah PWNU Bali Bapak KH. Abdul Azis, S.Pd.I, serta perwakilan lembaga dan badan otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU). Seluruh Pimpinan Cabang (PC) Pagar Nusa se-Bali turut hadir dalam kegiatan ini.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua Umum PP Pagar Nusa, Bapak Edy Junaidi, menegaskan bahwa Pagar Nusa didirikan atas dasar kemandirian dan pengabdian. Tagline organisasi, “Kokoh Mengabdi, Kuat Bertradisi,” bukan sekadar slogan, melainkan semangat yang harus terus dijaga dan dijalankan oleh seluruh anggota.
“Saya sangat mengapresiasi seluruh PAC dan PC Pagar Nusa di seluruh Indonesia. Dari merekalah simpul-simpul perjuangan ini muncul, bergerak dan berkembang kokoh. Di Pagar Nusa, kami PP, PW tidak memiliki anggota, karena yang memiliki anggota adalah PAC, betul nggak?. Saya sendiri merasakan karena saya dari bawah tahu persis, coba lig bagaimana kemandirian Pagar Nusa dalam latihan, dari seragam hingga keperluan lainnya, semua dilakukan secara mandiri tanpa subsidi, tidak ada yang bayar” ujar Edy Junaidi.
Ia juga menyoroti bagaimana Pagar Nusa terus berkembang dari generasi ke generasi, sejak masa kepemimpinan Gus Maksum, Kyai Suharbilah, hingga Pak Fuad. Ia menegaskan bahwa semangat perjuangan dalam organisasi ini harus tetap dijaga oleh seluruh kader.
Dalam kesempatan ini, Edy Junaidi juga mengajak seluruh anggota untuk terus berkhidmah kepada NU melalui berbagai jalur, termasuk Pagar Nusa, Ansor, Banser, IPNU-IPPNU, Fatayat, Pergunu, dan Lembaga atau Badan otonom lainnya. Ia menekankan bahwa kesempatan untuk berkontribusi dalam NU adalah suatu kehormatan yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
“Saya berharap tidak sedikit pun kita bergeming dari pengabdian kita kepada NU. Banyak orang ingin bergabung dan mengabdi di NU bukan semata-mata karena keinginan pribadi, tetapi karena perintah dan dawuh…. Maka, manfaatkan kesempatan ini untuk berbagi ilmu dan berbuat kebaikan,” tambahnya.
Kehadiran Edy Junaidi dalam Konferwil ke-V Pagar Nusa Bali juga menjadi momen istimewa baginya, mengingat ini adalah kunjungan pertamanya ke lokasi acara. Ia mengapresiasi perjuangan kader Pagar Nusa di Bali, yang merupakan daerah dengan populasi Muslim minoritas. Menurutnya, perjuangan dakwah di wilayah seperti Bali dan Papua memerlukan semangat dan kekuatan luar biasa, seperti membuka lahan di tengah hutan belantara tanpa penopang yang cukup.
“Bagi kami yang tinggal di Jawa, apalagi di Jakarta, segalanya lebih mudah. Namun, di daerah luar Jawa, perjuangan syiar dakwah memerlukan semangat dan keteguhan yang lebih kuat. Semua ini tidak akan terjadi tanpa kekuatan dari Allah SWT,” tuturnya.
Acara pembukaan Konferwil ke-V Pagar Nusa Bali diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Dewan Pembina, Bapak Haji Zaimuri. Diharapkan, konferensi ini dapat memperkuat soliditas dan semangat pengabdian Pagar Nusa di Bali serta di seluruh Indonesia.








