Kisah Muhammad Muhlisin, Penyuluh Agama Islam Rekatkan Moderasi Beragama di Denpasar Selatan

pwnubali.or.id

“Toleransi bukan sekedar teori namun seperti makanan sehari-hari,” kata-kata itulah yang sering dilontarkan oleh Penyuluh Agama Islam non PNS KUA Denpasar Selatan, Muhammad Muhlisin, S.Pd.I ketika memberikan penyuluhan kepada jamaahnya. 

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut menurut pria kelahiran Boyolali, 18 Februari 1993 tersebut, toleransi di Bali bukan lagi sebatas teori tentang apa dan bagaimana, melainkan karakter yang sudah harus dimiliki setiap individu maupun kelompok yang hidup di tanah multikultural seperti di Bali.

Kang Muh sapaan akrabnya sehari-hari beraktivitas sebagai penyuluh Agama Islam di KUA Denpasar Selatan dengan spesialisasi bidang radikalisme dan aliran sempalan. Dalam materi penyuluhannya kang Muh mengajak jamaah untuk menjunjung tinggi toleransi dengan melihat batasan-batasan yang masih diperbolehkan oleh syariat.

“Pada dasarnya kita sama-sama tahu batasan. Baik Muslim maupun Hindu paham mana ranah yang masih bisa untuk toleransi dan mana yang masuk dalam lingkup ibadah sehingga kami sebagai penyuluh sebatas mengingatkan aja,” kata Muhlisin.

“Intinya kita tetep jaga tradisi yang ada tapi jangan meninggalkan syariat yang kita jalani masing-masing,” imbuhnya.

Muhlisin juga dikenal sebagai sosok yang aktif berorganisasi, mulai dari Ketua LTNNU Provinsi Bali, Wakil Sekretaris PW Ansor Provinsi Bali, Media DMI Kota Denpasar hingga sekretaris Takmir Mushola Al-Muhajirin III. Keaktifannya berorganisasi menurutnya selain menambah jaringan juga dapat membentuk karakter dan menambah khasanah keilmuanya.

Peran Muhlisin dalam merawat moderasi beragama mendapat dukungan penuh dari Kepala KUA Denpasar Selatan, H. Azizuddin, S.Ag, MA serta mendapat apresiasi dari Ketua MUI Provinsi Bali, H. Mahrusun, M.Pd.I yang juga sebagai gurunya saat menimba ilmu di Sekolah Tinggi Agama Islam Denpasar, Bali.

Tahun 2024 ini, Muhammad Muhlisin, S.Pd.I mendapat kesempatan untuk mewakili provinsi Bali dalam ajang PAI Award 2024 kategori Penguatan Moderasi Beragama. Dengan tiga program unggulan yaitu Seiman (semangat bina Majelis Taklim Binaan KUA Denpasar Selatan), Setara (Semangat Jaga Tradisi Umat Beragama) dan Serasi (Semangat Ngonten Moderasi).

“Selain ikhlas beramal (motto kemenag) dalam menjalankan tugas sebagai penyuluh Agama Islam kita juga harus Semangat, semangat menebar manfaat,” pungkas Muhlisin.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.