Cegah DBD, NU dan MU Lakukan Fogging Bersama di Jalak Putih.

PWNUBALI.OR.ID

BULELENG – Akhir-akhir ini nyamuk menjadi serangga yang tidak hanya mengusik tapi juga membahayakan masyarakat Buleleng. Apalagi Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Buleleng cukup banyak. Hal itu dapat dilihat dari beberapa kasus yang sudah terjadi di beberapa desa di Kecamatan Buleleng. 

Bacaan Lainnya

Dikutip dari laman resmi Pemkab Buleleng, bahwa sedari Januari hingga April 2024, terdapat 716 kasus DBD telah tercatat.

Menaggapi hal itu. Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Kelurahan Banyuasri bersama Muhamdiyah Disaster Management Center (MDMC) lakukan fogging bersama di Perumahan Jalak Putih, Kelurahan Banyuasri, pada Rabu (1/05). Bersama Organisasi serumpun seperti BANSER, KOKAM, MPKS dan FA juga ikut serta membasmi nyamuk di sana.

Di keluarahan Banyuasri sendiri terdapat 9 kasus DBB, dan di Jalak Putih salah satu menjadi perhatian mereka. “Di Kelurahan kami sendiri, itu sudah lumayan agak banyak yang terkena. Jumat yang lalu kalo tidak salah. Di sini ( Jalak Putih) Itu sudah dilakukan Fogging sebenarnya, tapi hanya di sekitar rumah orang yang terkena saja. Terus kami dari Muhamadiyah dan Pengurus Ranting NU Banyuasri melakukan kerja sama untuk fogging lagi ke setiap rumah yang ada di Jalak Putih.” Ujar Tedy ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial Muhamdiyah (MPKS).

Sekitar jam 06.00. Di saat matahari masih mengintip malu-malu di balik bukit itu.  Mereka, relawan dari NU dan Muhamdiyah, lebih dulu terbit. Mereka berkumpul di satu titik. Menyiapkan alat fogging dan mencobanya lebih dulu sebelum mengobrak-abrik sarang nyamuk di sekitar rumah warga, di Jalak Putih.

Mereka di bagi beberapa kelompok untuk menyebar. Tempat-tempat bersemayamnya nyamuk tidak terlepas dari pemburuan akhirnya. Asap tebal membumbung di setiap got-got kecil di sana.

“Saya berharap enggak ada lagi yang kena DBD,” ucap salah satu relawan.

Aktivitas ini disambut baik oleh warga setempat, dan tak ayal warga pun meminta untuk sekitar rumahnya diasapi fogging segera. Tak ada ampun untuk nyamuk bersarang, kata salah satu warga di sana.

Ini panggilan yang ke dua untuk aktivitas fogging di Jalak Putih. Sebelumnya telah dilakukan oleh pihak kelurahan bersama Dinas terkait. “Namun karena dirasa kurang. Jadi kami tambahin lagi (fogging), sebagai pengabdian ke masyarakat juga kan.” Jelas Ketua Ranting NU Kelurahan Banyuasri itu.

Ia juga berharap dengan adanya penambahan aktifitas fogging tersebut dapat memperbesar kemungkinan kasus DBD tidak bertambah banyak.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.