Edukasi Toleransi MTs Al-Maarif Badung, Hormati Guru Muslim dan Non-muslim

PWNUBALI.OR.ID | Badung – pada umumnya, sekolah berbasis agama akan diisi oleh peserta didik maupun dan pengajar yang seiman. Namun di Bali hal tersebut tidak berlaku.

Ada sekolah Hindu atau Kristen didalamnya terdapat pengajar dari kalangan muslim. Begitupula sebaliknya, di sekolah Islam tidak jarang kita temui guru-gurunya dari Non Islam. Salah satunya Madrasah Tsanawiyah Al Ma’arif, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung.

Bacaan Lainnya

MTs Al Ma’arif sendiri berada dibawah Naungan Lembaga Al Ma’arif Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU Badung).

Dok. Kepala Madrasah Tsanawiyah Al-Maarif Badung, Siska Anggraini

Kepala MTs Al Ma’arif, Siska Anggraini beralasan, semua manusia pada prinsipnya memiliki hak untuk mengajar atau menjadi guru selama memiliki kompetensi yang bisa dipertanggung jawabkan. Selain itu, dengan adanya guru non Muslim sebagai edukasi langsung kepada para siswa tentang toleransi.

“Jadi kita (MTs Al Ma’arif-red) tidak hanya teori mengajarkan toleransi dan kerukunan, tapi langsung praktek,” terangnya saat ditemui di MTs Al Ma’arif, Jimbaran, Kutsel, Badung.

I Made Begawasi sebagai salah satu guru yang beragama Hindu di MTs Al Ma’arif, merasa betah dan nyaman mengajar. Bahkan dirinya sudah sekitar 11 tahun mengajar. Walaupun dirinya berada dilingkungan Sekolah Muslim, namun Made tidak merasa mendapatkan sikap yang berbeda. Justru kebersamaan dan saling menghargai yang dirasakannya.

Dok. Guru non Muslim di MTs Al-Maarif Badung

Misal ketika acara buka bersama bulan Ramdhan, “saya sering ikut nimbrung bersama,” akunya.

Sebaliknya, ketika Made merayakan hari raya agamanya seperti Galungan dan Kuningan, guru dan para siswa biasa memberi ucapan kepadanya. “Selamat Galungan, Pak,” terangnya memberi contoh.

Made meyakini, perbedaan bukanlah sebuah ancaman, melainkan sebuah keindahan agar saling menghargai dan dijaga.

Made saat ini mengajar Bahasa Bali. Sebelumnya, pernah mengajar bahasa ingris. Made bukan satu-satunya guru non muslim yang pernah mengajar di MTs, sebelum-sebelumnya ada “Pak Nyoman Adi, Gede Erik, Bu Made Dewi, Bu Taman. Dan Alhamdulillah lancar-lancar saja,” ungkap Siska Kepala Sekolah MTs Al Ma’arif.

“Dulu ada yang ngajar olah raga juga,” tambahnya.

Selain memberikan edukasi secara langsung kepada para siswa, MTs Al Ma’arif juga memiliki program rutin hari Jum’at. Yakni berbagi makanan ke masyarakat dengan turun langsung tanpa melihat latar belakangnya.

Dok. Siswa MTs Al-Maarif Badung Bali

Abrar Daniswara Putra Kelas IX A menyebut program “Jum’at berbagi”. Lebih lanjut terangnya, uang yang dibelanjakan makanan untuk berbagi adalah hasil infaq para siswa.

“Mohon do’a dan dukungannya, semoga MTs Al Ma’arif dapat melahirkan siswa-siswa yang produktif dan berbakti,” harap sitti.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.