pwnubali.or.id
Denpasar, 25 Juni 2025 – Institut Sains dan Teknologi Nahdlatul Ulama Bali (ISTNUBA) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia dalam rangka memperkuat hubungan kerjasama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Penandatanganan MoU ini dilaksanakan secara resmi di kampus ISTNUBA Denpasar Bali, dan dihadiri oleh Rektor Institut Sains Dan Teknologi Nahdlatul Ulama Bali (ISTNUBA) ibu Hj. Azizah Azis, S.Pd., M.Pd bersama jajaran rektorat, serta perwakilan dari UiTM ibu Prof. Madya Dr. Sit Sara Ibrahim selaku dosen di Faculty of Business Management Universiti Teknologi MARA Malaysia.
Kerjasama strategis ini mencakup beberapa ruang lingkup penting, di antaranya:
• Pertukaran mahasiswa dan dosen
• Kolaborasi dalam penelitian dan publikasi ilmiah
• Seminar dan konferensi bersama tingkat internasional
• Program gelar ganda (double degree) dan magang industri
• Pengembangan kurikulum dan pelatihan peningkatan kapasitas dosen
Dalam sambutannya, Rektor ISTNUBA menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah penting menuju internasionalisasi kampus. “ISTNUBA berkomitmen untuk membuka peluang seluas-luasnya bagi sivitas akademika agar dapat menjalin relasi dan memperluas wawasan global, dan kerjasama dengan UiTM adalah wujud nyata dari semangat tersebut,” ujar Hj. Azizah Azis, S.Pd., M.Pd.
Sementara itu, pihak UiTM menyambut hangat kolaborasi ini dan berharap dapat mendorong kemajuan bersama, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara.
Dengan ditandatanganinya MoU ini, kedua institusi berkomitmen untuk mulai merealisasikan program-program kolaboratif pada tahun akademik 2025-2028, dimulai dengan pertukaran pelajar dan lokakarya dosen.
Pada hari yang sama juga Institut Sains dan Teknologi Nahdlatul Ulama Bali (ISNTUBA) kembali menggelar beberapa acara ilmiah bertajuk Professorial Talk, dengan tema “Memperkasa Komuniti Melalui Akademi, Industri dan Rakyat.” Acara ini menghadirkan narasumber terkemuka dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Prof. Madya Dr. Siti Sara Ibrahim, dan dimoderatori oleh Alfian Anhar, S.Si., M.Pd, dosen sekaligus koordinator kerjasama internasional ISTNUBA.
Kegiatan ini dilangsungkan di Aula ISTNUBA dihadiri oleh civitas akademika ISTNUBA, mahasiswa, perwakilan industri, serta para mitra dari lembaga kemasyarakatan.
Dalam paparannya, Prof. Madya Dr. Siti Sara Ibrahim menekankan pentingnya sinergi antara akademisi, pelaku industri, dan masyarakat sebagai pilar utama dalam pembangunan bangsa yang inklusif dan berkelanjutan. “Peranan institusi pendidikan tinggi tidak hanya sebagai pusat ilmu, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial dan ekonomi masyarakat. Kolaborasi lintas sektor ini adalah kunci untuk memperkasa komuniti secara holistik,” ungkap beliau.
Selain itu, acara Visiting Lecturer bertajuk: “Meneroka Dunia Penyelidikan Empirikal: Teknik Kuantitatif dan Bibliometrik dalam Satu Pandangan Menyeluruh” juga tidak kalah menariknya. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber muda dan inspiratif dari Malaysia, yaitu Saudari Balkis Kasmon dan Nazatul Aqilah Sutrisno, yang merupakan peneliti aktif di bidang statistik terapan dan bibliometrik. Acara ini dipandu oleh moderator dari ISTNUBA, Alfian Anhar, S.Si., M.Pd, seorang dosen muda yang juga aktif dalam pengembangan riset kuantitatif dan publikasi ilmiah di lingkungan kampus.
Dalam pemaparannya, Balkis Kasmon membahas secara mendalam mengenai metodologi kuantitatif dalam penelitian sosial dan pendidikan, termasuk strategi analisis data menggunakan software statistik terkini. Sementara itu, Nazatul Aqilah Sutrisno memberikan wawasan komprehensif mengenai bibliometrik sebagai alat evaluasi kinerja ilmiah, pemetaan tren riset, serta pemanfaatannya dalam pengambilan kebijakan akademik.
“Pendekatan kuantitatif dan bibliometrik bukan sekadar angka, tetapi jendela untuk memahami arah perkembangan ilmu dan dampaknya dalam masyarakat,” ujar Balkis dalam sesi tanya jawab yang penuh antusiasme.
Moderator Alfian Anhar menekankan pentingnya kegiatan ini dalam membangun kapasitas riset sivitas akademika ISTNUBA. “Melalui talkshow seperti ini, kami ingin menginspirasi mahasiswa dan dosen untuk terus menggali potensi riset mereka dengan pendekatan yang terukur, terstruktur, dan berdampak luas,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program internasionalisasi kampus yang digagas oleh ISTNUBA, sekaligus memperkuat hubungan strategis dengan universitas-universitas mitra di kawasan ASEAN.








