PWNUBALI.OR.ID | Denpasar – Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) PKN) Angkatan VIII, Latihan Instruktur (LI) II Angkatan 3 dan Kursus Banser Pimpinan (SUSBANPIM) resmi ditutup pada hari Ahad (20/3) kemarin di Gedung Islamic Center Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Semua utusan peserta dari Pimpinan Wilayah maupun Cabang telah kembali ke daerah masing-masing guna melaksanakan apa yang telah menjadi project sosial sebagai bentuk Rencana Tindak Lanjut (RTL) masing-masing peserta.
Sahabat Karim Abraham, S.Sos dan Sahabat Tommy Kurniawan, SE, M.E merupakan dua utusan dari Bali yang mengikuti kegiatan PKN VIII tersebut. Didampingi ketua PW Ansor Bali, H. Yunus Naim berharap kedua Kader Ansor dari Bali tersebut dapat membawa Ansor khususnya Bali menjadi lebih baik dan mampu mengimplementasikan ilmunya kapada sahabat yang lain sehingga Ansor menjadi lebih profesional serta bermanfaat untuk ummat.

“Alhamdulillah acara PKN VIII, Susbanpim VI dan LI II angkatan ke III telah sukses dilaksanakan. Banyak ilmu dan pengalaman yang dapat dijadikan modal membawa Ansor khususnya di Bali menjadi lebih baik dan bermanfaat,” terang H. Yunus, Ketua PW Ansor Bali.
Sementara Ketua Umum PP Ansor, Gus Yaqut Cholil Qoumas saat pembukaan acara Pelatihan tesebut menyampaikan kepada semua peserta agar mengikuti kegiatan dengan baik dari awal sampai akhir tanpa meninggalkan materi satupun. Degan tegas beliau meminta agar tidak jumawa dan besar kepala.
“Ansor Banser tidak pernah butuh kader, jangan pernah besar kepala Sahabat sekalian. Kita yang butuh Ansor, kita yang butuh Banser” tegasnya.
Gus Yaqut juga mengingatkan kepada para peserta pelatihan tentang pentingnya simpul komunikasi dan garis komando agar jangan sampai ada kesilapan dan ketidakjelasan. Karena apa yang dikerjakan pasukan adalah implementasi kebijakan pimpinan. Dari atas sampai ke bawah harus satu suara.

“Saya tidak ingin mendengar ada intruksi dari atas, dari pusat, nanti sampai di ranting menjadi berbeda. Ngga boleh hal itu terjadi,” ujarnya.
Pelatihan Kader GP Ansor tersebut bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang. Salah satu bentuknya adalah pada sesi Rihlah (kunjungan), para peserta Pelatihan wajib mengunjungi objek dengan tema tertentu seperti layanan publik, wisata, ekonomi dan lain-lainbuntuk sepanjutnya membuat liputan yang akan diunggah di akun medsos masing-masing.
Sahabat Karim Abraham, Ketua PC Ansor Kabupaten Buleleng yang berhasil lolos mengikuti acara tersebut mengaku sangat bangga dan beruntung bisa mendapat materi yang baik dari pemateri yang profesional. Salah satu project sosial yang ia ajukan mendapat persetujuan dari instruktur dan siap untuk ditindaklanjati di daerah Buleleng, Bali.
“Alhamdulillah bisa masuk seleksi dari sekian banyak calon peserta yang mendaftar (PKN). Yang berkesan bagi saya adalah saat mempersentasikan project sosial yang saya miliki kepada Instruktur. Hal tersebut tidaklah mudah karena apa yang pikirkan ternyata masih jauh dari ekspektasi Instruktur Nasional,” paparnya saat bersilaturahmi ke Sekretariat PW Ansor Bali sepulang mengikuti PKN kemarin (22/3).

“Kita benar-benar di “hajar” (digembleng), diberikan kritikan, masukan dan ilmu yang luar biasa. Alhamdulillah salah satu project sosial saya diterima dan Instruktur pusat akan terus mendampingi serta memantau sejauh mana project sosial tersebut terealisasikan hingga dirasakan manfaatnya untuk Ansor dan masyarakat,” tandas Ketua PC Ansor Buleleng tersebut.
Selanjutnya Sahabat Karim dan peserta yang lain akan membuat Rencana Tindak Lanjut (RTL) dengan merealisasikan project sosial yang telah mendapat persetujuan dari Instruktur Pusat sebagai syarat kelulusan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Ansor tersebut.








