Kiai Zuhri : Keyakinan dan Tawakkal Kita Bukan Berarti Menghilangkan Ikhtiar

0
383

PWNUBALI.OR.ID | 

Semakin hari, penyebaran dan korban virus corona bukan malah berkurang, tapi semakin meluas dan korban semakin banyak berjatuhan. Kiai Zuhri Zaini, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid berpesan agar tetap semangat dalam berikhtiar (usaha) dan tawakkal kepada Allah SWT.

Kiai Zuhri saat menyampaikan nasehat di Haul Masyayikh PP Nurul Jadid Paiton

Menjaga kebersihan, menghindari keramaian, diantara cara agar terhindar dari Virus Korona. Sebab itu, Kiai Zuhri mengajak agar bersama-sama mengikuti prosedur kesehatan yang sudah ditetapkan oleh otoritas kesehatan.

“Lakukan semaksimal mungkin sesuai kemampuan kita, tapi tidak perlu panik,” pesannya saat mengisi ceramah Haul para Masyayikh Ponpes Nurul Jadid Paiton Probolinggo, Minggu, (22/3).

Menurut Kiai Zuhri, ikhtiar (usaha) sesuatu yang mesti dilakukan bagi hambanya untuk mencapai apa yang diinginkan. Tidak kemudian bersikap pasrah begitu saja dengan mengabaikan usaha.

Sabagai contoh beliau kisahkan tentang sahabat nabi, Sayidina Umar ketika melihat orang pengangguran yang tidak bekerja.

“‘Kamu itu orang apa?” Orang itu menjawab: ‘kami ini kaum yang tawakkal’. Lalu apa yang dikatakan Saidina Umar, ‘langit tidak akan menurunkan hujan emas’,” kisah Kiyai Zuhri.

Artinya, “kalau kamu ingin uang, kerjalah. Jadi tidak cukup tawakkal-tawakkal saja” tambahnya.

Penjelasan lebih lanjut, Kiai Zuhri meyakini, tawakkal adalah mengandalkan Allah, tidak mengandalkan usaha semata. “kita tetap Ikhtiar,” katanya.

Namun demikian, hasil ikhtiar tetap menjadi kuasa tuhan. Sekalipun hasilnya tidak sesuai yang diinginkan, percayalah, bahwa di balik itu semua tersimpan hikmah. Seperti orang sakit, “Sakit dan sabar disitu ada pahala besar,” pesannya.

Penulis: Wandi Abdullah
Editor: Dadie W. Prasetyoadi

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.