Relawan Muda LPBI NU Jembrana Lakukan Penyemprotan Disinfektan Sebagai Ikhtiar

0
173

PWNUBALI.OR.ID | JEMBRANA

Penyebaran Covid-19 yang telah banyak menimbulkan keresahan dan kekhawatiran banyak pihak mendapat reaksi dari berbagai elemen organisasi kemasyarakatan. Menurut data dari CNN Indonesia, hingga saat ini korban di Indonesia yang meninggal akibat virus corona sudah mencapai angka 49 orang.

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jembrana melalui LPBI NU menggemakan Gerakan NU Peduli Covid-19. Selain sebagai bentuk kepedulian dan mengambil kiprah penting dari semakin merebaknya virus tersebut, langkah ini juga dilakukan sesuai dengan instruksi dari LPBI NU Prov. Bali agar para relawan NU yang berada di tiap Kabupaten ikut berpartisipasi aktif untuk mencegah meluasnya COVID-19 ini.

Pada selasa, (24/03) bertempat di halaman Kantor PCNU Jembrana, para relawan yang terdiri dari lintas banom dan lembaga berkumpul untuk diberikan arahan dan sosialisasi terkait pencegahan COVID-19 ini oleh Rifqi Fauzi,  ketua LPBI NU Jembrana yang juga sekaligus Koordinator NU Peduli COVID-19 Kab. Jembrana.

Relawan LPBI NU Jembrana sedang melakukan penyemprotan

Dalam arahan dan sosialisasi yang diberikan, Rifqi menjelaskan tentang teknik dan cara hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan dengan benar serta juga para relawan diajarkan cara membuat Desinfektan alternatif.

Ketua PCNU Jembrana, H. Arsyad sangat mengapresiasi  tindakan yang dilakukan oleh para relawan NU Jembrana ini, terlebih para relawan tersebut didominasi oleh anak-anak muda NU.

“Ini sangat bagus sekali para anak-anak muda NU bisa aktif dan mempunyai kepekaan sosial yang tinggi, terlebih dalam pencegahan virus corona ini,” ungkapnya.

Kemudian setelah itu para relawan melakukan penyemprotan desinfektan yang diawali di Gedung PCNU Jembrana. Dan akan dilanjutkan kembali setelah hari raya nyepi di seluruh Kecamatan yang ada di Jembrana.

“Koordinator di masing-masing kecamatan sudah kami bentuk, dan akan kami laksanakan nanti setelah perayaan Nyepi berakhir”. Jelas Rifqi.

Reportase: Ahmad Wildan
Editor: Dadie W. Prasetyoadi

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.