BEM STIT-J Jajaki Sinergi Bersama Banom dan Lembaga PCNU Jembrana

PWNUBALI.OR.ID | JEMBRANA

Sebagai bentuk sinergitas antara Mahasiswa STIT Jembrana dengan Pemuda NU, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIT-J mengadakan dialog dengan beberapa Banom dan Lembaga NU yang ada di Jembrana pada hari senin, (24/02) di Gedung PCNU Jembrana.

Bacaan Lainnya

Seperti diketahui bahwa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Jembrana adalah Perguruan Tinggi yang berada di bawah naungan Badan Pengelola Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BPPTNU) Kabupaten Jembrana. STIT merupakan Kampus NU yang pertama kali berdiri di Kabupaten Jembrana, Bali, tepatnya pada tahun 2007 silam.

Seiring berkembangnya badan otonom dan lembaga NU Jembrana yang sebagian anggotanya diisi oleh kader2 muda NU seperti IPNU-IPPNU, LPBI dan LTN NU. Maka BEM STIT-J selaku organisasi kemahasiswaan mengajak kepada kader2 muda NU untuk saling bekerja sama dalam hal kegiatan-kegiatan yang sifatnya akademik maupun sosial.

Amir, selaku Ketua BEM STIT-J menyampaikan bahwa ini adalah momen dan kesempatan yang sangat besar untuk saling bekerja sama dalam mensyiarkan hal-hal yang positif kepada masyarakat.

“Mumpung kita ini berada dalam satu naungan yakni NU, dan juga kantor kita saling berdampingan/bersebelahan, tidak ada salahnya jika kita bekerja sama dalam kegiatan-kegiatan yang akan kita laksanakan,” ungkapnya.

keinginan Amir ini disambut baik oleh para kader-kader muda NU Jembrana. Menurut Wildan (Ketua IPNU Jembrana), hal ini sangat baik, karena nantinya ini akan bisa menambah antusiasme para mahasiswa dan pemuda NU yang ada di Jembrana.

“Jika hal semacam ini kita terus tingkatkan, maka tidak menutup kemungkinan BEM STIT-J dan kader muda NU Jembrana akan semakin meningkat kualitas keilmuannya, baik itu dibidang akademik maupun non akademik”. Ujar Wildan, menanggapi ajakan positif dari bem stit-j.

Ketua LPBI NU Jembrana. Rifqi Fauzi menambahkan, “Jika memang kerja sama ini terjalin terus menerus, maka kami pasti akan siap untuk saling membantu khususnya dalam kegiatan – kegiatan sosial.

“kebetulan kami di LPBI NU program lebih banyak di kegiatan sosial seperti dibidang kebencanaan, perubahan iklim dan kegiatan-kegiatan dibidang kemanusiaan. dan menurut saya ini juga sangat cocok ketika giat kami ini disinergikan dengan mahasiswa,” tambahnya.

Sementara, Didin selaku ketua LTN NU juga menyampaikan tentang pentingnya mengembangkan skill dibidang media dan informasi, apalagi di era digital seperti saat ini.

“kalau kita lihat tadi dari semua yang di sampaikan lebih fokus dakwah atau Syiar di lapangan, tetapi kami di LTN dan mungkin juga nantinya bersama mahasiswa yang membidangi media informasi akan lebih fokus di dunia maya. Karena saat ini hal itu juga sangat penting. Jadi kalau tadi mungkin programnya fokus di dunia nyata, maka kita juga harus ada yang fokus di dunia maya untuk mensyiarkan kegiatan positif kita ini. Di sini notabene sasarannya adalah para netizen-netizen yang budiman,” ujar Didin, disambut gelak tawa para peserta dialog.

Dialog tersebut berjalan cukup menarik, dan rencananya akan dilanjutkan lagi pada bulan maret mendatang dengan mengoneksikan program yang telah sama-sama direncanakan sebelumnya oleh masing-masing organisasi dan lembaga tersebut.

Pewarta : Ahmad Wildan
Foto : Rizqi Maulana
Editor: Dadie W. Prasetyoadi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.