PWNUBALI.OR.ID | Banyuwangi – Masih dalam momentum satu abad NU, PCNU Jembrana kali ini menggelar kegiatan pamungkas yakni dengan melaksanakan studi banding ke PCNU Banyuwangi yang ada di Prov. Jawa Timur pada sabtu kemarin 25/2 dengan agenda pembahasan yang berkaitan dengan Pendidikan, ekomoni, Kesehatan, pengelolaan Laziznu, dan perkampungan NU.
Rombongan PCNU Jembrana mengawali kegiatan dengan terlebih dahulu melaksanakan ziarah ke makam datuk Ibrahim kemudian dilanjutkan menuju kantor PCNU Banyuwangi yang disambut langsung oleh Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziah beserta seluruh banom dan Lembaga yang ada disana.

Keluarga besar PCNU Banyuwangi merasa sangat Bahagia atas kedatangan PCNU Jembrana yang di Koordinatori oleh H. Arsyad selaku Ketua. Gus Fandi selaku wakil ketua PCNU Banyuwangi menyampaikan ucapan selamat datang dengan rasa senang karena sama-sama ikut berjuang dan berkhidmat di NU.
“jadi beginilah keadaan PCNU Banyuwangi, same an (dengan menggunanakan Bahasa khas kampung melayu di Jembrana)”. Ujar pria yang pernah tinggal di pengambengan Jembrana itu
Gus fandi mengajak para rombongan dari jembrana untuk ngobrol dan salaing tukar fikiran dengan santai pada pelaksanaan studi banding nanti.
“apa yang bisa diambil oleh kawan-kawan dari jembrana mudah-mudahan bermanfaat”. Harapnya
H. Arsyad selaku Ketua PCNU Jembrana menuturkan bahwa tujuan mengadakan studi banding ini ke banyuwangi adalah untuk mengoptimalkan khidmat dalama menyambut abad ke dua NU ini.

“mudah-mudahan apa yang kami pelajari disini terkait manajemen organisasi, pemberdayaan ekonomi melalui laziznu dan sebagainya bisa bermanfaat untuk NU Jembrana kedepan”. Harapnya
Apresiasi atas kehadiran rombongan PCNU Jembrana tersebut diapresiasi langsung oleh KH. Ali Maki Zaini selaku Ketua PCNU Banyuwangi, dalam sambutannya Gus Maki sapaan akrabnya mengungkapkan kekaguman kepada para pengurus yang mau berkhidmat di NU dari jembrana itu
“saya yakin teman-teman yang ada di sini (Banyuwangi) jika disuruh ngurus NU di bali tidak akan mampu seperti panjenengan semua ini, karna dengan segala keterbatasannya, dan jumlah muslim yang minoritas di sana masih bisa mampu bertahan sampai saat ini”. Ungkapanya
Gus Maki mengatakan bahwa keberhasilan pengurus PCNU Banyuwangi tak lepas dari kontribusi besar dari para pengurus Ranting
“jadi ujung tombak kami adalah pengurus ranting”. Tegasnya
Beliau juga menjelaskan bagaimana mengelola LazizNU yang ada di sana mulai dari nol hingga sampai saat ini memiliki dana miliaran rupiah dan manfaatnya dirasakan hampir semua warga NU yang ada di bumi sholawat badar itu.

“LazizNU itu begitu saya jadi ketua tidak ada ranting sama sekali, begitu saya menjadi ketua dari nol ranting sekarang menjadi 217 ranting”. Terangnya
Terkait program Pendidikan yang ada di Nu banyuwangi, Gus maki menyampaikan bahwa sejak kepemimpinannya mulai membuat “Gerakan ayo sekolah NU” dan program tersebut berhasil diterapkan hingga siswa yang ada di Lembaga Pendidikan maarif NU banyuwangi meningkat menjadi 20.000.000 siswa. Kunci keberhasilan tersebut kata gus maki harus dimulai dari pengurusnya dulu dengan mewajibkan anaknya pengurus untuk sekolah di sekolah NU.
“jadi kita mulai dari diri kita sendiri. Karna sulit kalau anaknya pengurus NU tidak sekolah di sekolah NU kemudian nyuruh anaknya orang lain untuk sekolah di sekolah NU”. Ungkapnya
Diakhir sambutannya gus maki berpesan kepada PCNU yang ada di Jembrana untuk selalu berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah yang ada di Jembrana.
“penjenengan semua wajib bersinergi dengan pemeritah daerah utamanya TNI dan Polri yang ada di sana, karena panjenengan minoritas disana”. Jelasnya








