Ketua PWNU Bali: NU Tanpa Disuruh Akan Melawan Segala Gerakan Terorisme

PWNUBALI.OR.ID | DENPASAR

Saat menyampaikan sambutan pembukaan Acara Dialog Interaktif dan Deklarasi dengan tema “Mewaspadai Pola Dan Geraka Terorisme di Bali” yang digagas oleh PW GP Ansor Bali, Sabtu sore (30/11), KH. Abdul Azis Ketua PWNU Bali mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan perwujudan semangat dari PW GP Ansor Bali sebagai organisasi sayap kepemudaan Nahdlatul Ulama.

Hal ini disampaikan Ketua PWNU Bali dihadapan Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet Ketua FKUB Nasional, H. Taufik As’adi S.Ag. Ketua MUI Provinsi Bali, Perwakilan Gubernur Bali, dan undangan dari berbagai Ormas kepemudaan serta para mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi, bertempat di Hotel Taman Wisata, Denpasar.

KH. Azis sekaligus menyampaikan apresiasi saat menyinggung kegiatan yang dilakukan FKUB sehari sebelumnya (Jum’at 29/11), di kediaman Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet yaitu Puri Bencingah, Klungkung yang melibatkan seluruh perwakilan organisasi dari semua agama,

“Saya sangat terkesan dengan acara yang diadakan kemarin di Puri Bencingah dan berharap suatu saat NU atau Ansor dapat diijinkan mengadakan acara bersama disana,” harapnya.

Nahdlatul Ulama memiliki ideologi kebangsaan yang melekat dalam nafas organisasinya, maka secara otomatis tanpa disuruh akan melakukan perlawan bersama-sama dengan komponen lain bangsa atas segala gerakan yang mencoba mengganggu keamanan dan persatuan NKRI.

Ketua PWNU Bali berfoto bersama Ketua PW GP Ansor Bali dan para narasumber

Dalam kesempatan ini, Ketua PWNU Bali juga menghimbau pihak pemerintah Daerah provinsi Bali dan seluruh aparat terkait untuk dapat bersinergi dengan ormas-ormas yang ada dalam usaha membendung gerakan terorisme tersebut di Bali.

Ni Luh Made Wiratmi, SE,M.Si sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan dan SDM yang mewakili Gubernur saat membuka secara resmi acara siang itu turut menyampaikan bahwa, literasi media digital yang berkembang sangat pesat saat ini harus dibarengi dengan pendidikan karakter SDM.

Hal tersebut dimaksudkan agar dapat sejalan dengan program-program pemerintah provinsi Bali yang meliputi 3 dimensi yaitu: menjaga keseimbangan alam Bali, meningkatkan kreativitas krama Bali secara keseluruhan, mempersiapkan diri dari segala tantangan dan ancaman yang muncul sesuai dengan karakter keberagaman budaya masyarakat yang ada di Bali.

Reportase: Dadie W. Prasetyoadi
Foto: Imriatun Muchlisoh

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.