Mendoyo, Jembrana – Sejumlah organisasi masyarakat Islam (ormas) se-Kecamatan Mendoyo dan Pekutatan, aparat kepolisian, pamong desa, dan pecalang melakukan koordinasi terkait agenda takbir keliling, pada saat malam Hari Raya Idul Fitri 1438 H.
Dengan menggunakan badan jalan trans provinsi sebagai rute takbir keliling, maka penampilan peserta takbir pun dilombakan, yang dimaksudkan untuk menggali kreativitas dan keunikan masing-masing peserta.
Aparat kepolisian yang dibantu oleh Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan pecalang pun menyatakan siap mengerahkan personel untuk mengamankan acara tersebut.
“Kami pihak kepolisian akan membantu menyukseskan dan mengamankan jalannya acara di malam Idul Fitri. Kami juga akan bekerjasama dengan Banser dan pecalang dalam menertibkan lalu lintas,” ujar Kanit Intel Polsek Mendoyo Ketut Suardana, Jumat (16/6) di aula Masjid Baitul Amilin, Yeh Sumbul, Mendoyo.
Sementara tahun ini kegiatan takbir keliling mengambil tema ‘Semarak Takbir Masjid Nusantara’. Tema ini, menurut Ketua Panitia Penyelenggara Purnawiran merupakan harapan untuk meneguhkan kembali identitas Islam Nusantara, yang menjunjung tinggi kebudayaan dan kebhinekaan.
“Semoga takbir keliling tahun ini menjadi kemenangan yang memersatukan umat Islam, dan menjadi titik balik persatuan bangsa Indonesia,” tandasnya
(red. Deni Gunawan)








