Sambut Ramadhan JRA Jembrana Gelar Ruqyah Massal; Sucikan Diri dan Hati

PWNUBALI.OR.ID | Jembrana – Dalam rangka memperingati 1 Abad Nahdlatul Ulama dan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1444 Hijriyah, Keluarga Besar Ruqyah Aswaja (KBRA) dan Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) Cabang Jembrana kembali mengadakan Ruqyah Massal yang dilaksanakan di Masjid Besar Mujahidin Loloan Barat, Sabtu malam, (04/03/2023).

Kegiatan ruqyah massal tersebut dilaksanakan bekerjasama dengan Takmir Masjid Besar Mujahidin Loloan Barat dan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Loloan Barat berjalan dengan lancar dan disambut antusias oleh warga sekitar.

Bacaan Lainnya

Acara yang digelar sejak ba’da shalat isya’ ini diikuti lebih dari 150 warga masyarakat, yang mana peserta tidak hanya dari Kecamatan Negara namun terdapat peserta yang berasal dari Kecamatan lain yang berada di Kabupaten Jembrana.

Dok. Kegiatan ruqyah massal JRA Jembrana

Dalam sambutannya Ketua Takmir Masjid Besar Mujahidin Ustadz Muhammad Zaini Miftah menyampaikan ruqyah ini bertujuan menyembuhkan segala penyakit melalui Therapy Al-Qur’an, karena Al-Qur’an tegasnya adalah obat utama dan pertama.

“Sebelum datangnya Bulan Suci Ramadhan, alangkah baiknya jika hati kita dibersihkan dari segala godaan baik itu dari jin ataupun setan,” lanjut beliau.

Sebelum masuk ke sesi ruqyah para peserta diberi pemahaman tentang ruqyah ini bukan mendatangkan jin atau mengharap ada yang kesurupan, tetapi ini murni pengobatan dengan Al-Qur’an dan terlebih dahulu peserta harus memantapkan niatnya dalam hati untuk istifa’ (mengharap kesembuhan) dengan membaca kalamullah.

Dok. Kegiatan ruqyah massal JRA Jembrana

Ruqyah diawali membaca surat Al Fatihah, ayat kursi, surat mu’awwidzatain dan ayat-ayat penakluk jin. Di saat dibacakan ayat-ayat tersebut nampak sebagian peserta mulai bereaksi. Ada yang muntah hingga menjerit histeris.

Setelah sesi awal usai lalu dilanjutkan dengan Ruqyah Tingkat Lanjutan (RTL) untuk penanganan para peserta yang bereaksi tersebut hingga kembali pulih dan normal kesadarannya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.