Hadiri Pengukuhan Thoriqoh Qadiriyah Wan Naqsabandiyah Al-Muktabaroh An-Nahdliyah Bali, Rais JATMAN NU Bali Berikan Nasihat

pwnubali.or.id – Denpasar – Rais Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah Provinsi Bali, Habib Salim Bin Ali Bafaqih ahad (23/1) kemarin menghadiri pengukuhan Thoriqoh Qadiriyah Wan Naqsabandiyah Al-Muktabaroh An-Nahdliyah Bali di Musholla Al-Muhajirin III, Mekar Jaya, Pamogan, Denpasar Selatan Bali.

Bacaan Lainnya

Dalam acara tersebut Habib Salim memberikan nasihat bahwasanya Thoriqoh adalah ruhnya NU. Untuk menguatkan dzikir maka penting memiliki sanad.

“Menguatkan dzikir bersanad lebih baik dan ada bermacam-macam. dzikir yg bersanad ini (Thoriqoh Qadiriyah Wan Naqsabandiyah Al-Muktabaroh An-Nahdliyah) contoh salah satunya,” papar Habib Salim.

Habib Salim juga menceritakan sepenggal kisah bahwa Indonesia disebut dalam pertemuan seorang Ulama yang Kasab dengan Rasulullah SAW. Selain itu juga mengisahkan Uwaish Al-Qorni.

“Uwaish Al-Qorni menyatakan dirinya lebih hina dari anjing sebelum Uwaish Al Qorni selamat dan berhasil melewati sirotul mustaqim, itulah kerendahan hati orang yang ahli dzikir,” tandasnya.

Selain Habib Salim, hadir pula sejumlah tokoh mulai dari kalangan Thoriqoh mulai dari Mursyid Thoriqoh Qadiriyah Wan Naqsabandiyah Al-Muktabaroh An-Nahdliyah, KH. Dzulqurnaen, M.Pd dari Jember, Ketua Thoriqoh Ust. Rahmad, Wakil Ketua H. Imam Sucipto serta diikuti pengurus dan Jamaah Musholla Al-Muhajirin III, serta Wakil Sekretaris Tanfidziyah PWNU Bali, Ust. Amron Sudarmanto, S.Pd, MA.

 

Kontributor : MM

Editor : mang ade

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

1 Komentar

  1. Mohon ma,af setahu saya thariqah qadiriyah wan naqsabandiyah di bali jembrana di Mursyd KH.Muhammad imran ya