Tasyakuran dan Doa Bersama, Jelang Keberangkatan Santri Bali Menuju Mesir

pwnubali.or.id | Denpasar – Jelang keberangkatan santri Bali menuju Al-Azhar Mesir, PWNU Bali Gelar Syukuran dan doa bersama.

Adalah Ilham Syaifur Ridho, santri rekomendasi PWNU Bali berhasil lolos Beasiswa kerjasama PBNU dan Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Sebelum berangkat, Ilham berpamitan dan mohon doa restu PWNU Bali.

Bacaan Lainnya
Dok. Tasyakuran dan Doa Bersama Jelang keberangkatan Ilham ke Mesir

“Saya atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan selama pemberkasan hingga ujian. Mohon pamit dan doa pangestunya kepada pra kyai NU Bali. Sesuai pesan Gus Afif insyaallah akan mengabdi di NU,” kata Ilham saat memberikan sambutan.

Ketua Tanfidziyah PWNU Bali, KH. Abdul Azis, S.Pd.I dalam sambutan memberikan sedikit pengarahan dan nasihat, bekal untuk Ilham sebelum berangkat. Yang paling penting menurut H. Azis agar Ilham tidak salah pergaulan di negeri orang.

“Selamat Ilham atas kesempatan untuk menempuh Study di Al-Azhar Mesir. Mohon untuk belajar sungguh-sungguh, tidak lepas doa orang tua, apa yang menjadi aturan-aturan bisa diikuti dengan baik dan harus bergaul dengan orang-orang sejalan,” Pesan Beliau.

“Berkumpul dengan mahasiswa yang berlatar belakang Aswaja An-Nahdliyah.
Dapat ilmu barokah bisa diterapkan dan di sebarkan untuk Nahdlatul Ulama,” Imbuhnya.

H. Azis juga berharap hal ini bisa menjadi magnet bagi anak-anak NU yang lain. Semangat menuntut ilmu sampai ke luar negeri dan kembali untuk dakwah NU.

“Kembali ke Indonesia bisa menyampaikan dakwah-dakwah yang sejuk sebagaimana dakwah guru-guru kita,” tandasnya.

Senada dengan Ketua PWNU Bali, Rektor Institut Sains dan Teknologi Nahdlatul Ulama Bali (ISTNUBA), H. Samsul Hadi, S.Ag, M.Pd berpesan kepada Ilham agar tidak kagetan, mengingat di Mesir menampung empat Madzhab.

Dok. Tasyakuran dan Doa Bersama Jelang keberangkatan Ilham ke Mesir

“Benar yang disampaikan oleh H. Azis (Ketua PWNU Bali) tadi, bahwa disana harus pandai memilah pergaulan. Jangan sampai kembali ke Indonesia lupa dengan Pancasila,” kata H. Samsul.

“Di sana juga menganut empat madzhab sehingga apabila menemui perbedaan disikapi dengan bijak. Misal Madzhab Maliki memperbolehkan memelihara anjing, maka jangan kaget kalau melihat banyak anjing di sana,” imbuhnya.

Menurut H. Samsul budaya Indonesia perlu di jadikan modal dasar dalam rangka berdakwah. Harus benar-benar diingat dan jangan sampai melupakan budaya Indonesia.

Selain itu H. Samsul berpesan agar ilham senantiasa memuliakan Guru. Sehingga dalam proses study mendapat kemudahan dan keberkahan.

“Wajib hormat dengan guru. Usahakan dengan guru memberikan salam dulu. Tidak berkata sesuatu yang tidak ditanyakan oleh guru atau minta izin pada guru jika ingin menyampaikan sesuatu. Dan terakhir jangan membantah Guru. Mesir masih sangat menjunjung tinggi Adab, Adab-adab berlaku di sana,” tandasnya.

Dok. Tasyakuran dan Doa Bersama Jelang keberangkatan Ilham ke Mesir

Acara syukuran tersebut diisi dengan pembacaan surat Al-Insyiroh dan Al-Ikhlas serta ditutup doa yang dipimpin oleh Drs. Saifuddin Aziz, Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Bali.

Usai acara tasyakuran dan doa bersama, ketua Tanfidziyah PWNU Bali memberikan tali kasih sebagai tambahan bekal Ilham menuju ke Azhar, Mesir

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.