pwnubali.or.id – Menguatkan Peran Fatayat NU Menghadapi Tantangan Masa Kini dan Nanti. Itulah tema yang diangkat dalam acara Konferensi Cabang (Konfercab) IX Fatayat NU Kabupaten Jembrana, Ahad (30/12).
Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Jembrana, Bali Laila Baraas mengatakan bahwa diera yg serba cepat seperti saat ini fatayat dibutuhkan kemampuan untuk beradaptasi, yaitu kemampuan melakukan inovasi dan kreativitas agar perilaku dan aktivitas tetap sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini, dengan tetap menjaga norma dan aturan yang berlaku (Almuhafadzatu ‘alal qadimisshalih wal akhdu bil jadiidil ashlah)
“Dibutuhkan peran aktif seorang perempuan, tidak hanya menjadi penggembira atau objek tetapi sekaligus sebagai subjek dalam menghadapi tantangan kehidupan saat ini. ” kata Sahabat Laila Baraas saat memberikan sambutan di pembukaan KKonfercab IX atayat NU Kabupaten Jembrana di Aula Gedung PCNU.
Oleh karena ituitu dalam organisasi Fatayat Nahdlatul Ulama marilah kita bersama-sama berproses menjadi perempuan yang berkualitas, bermutu dan memiliki daya saing dan daya guna sehingga mampu meberikan kontribusi kepada keluarga, masyarakat, agama dan tanah air
“Oleh karena itu saya selalu Ketua Fatayat NU Kabupaten Jembrana masa khidmat 2015-2020 menyampaikan Terima kasih yg sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yg telah mendukung, membantu dan mensupport kami dalam merealisasikan program kerja kami selama masa kepengurusan kami”. Tuturnya
Laila juga memaparkan beberapa program kerja yang telah dicapai oleh PC Fatayat NU Jembrana 2015-2020.
“Program peningkatan kelembagaan, kami telah membentuk beberapa PAC dan ranting, yang kedua program bidang sosial secara rutin mengadakan baksos pada tiap bulan suci ramadhan, dalam bidang kesehatan mengadakan program Kader Pesantren Sehat yang melibatkan beberapa Ponpes yang ada di Jembrana dan lain sebagainya”. Jelasnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Jembrana H. Arsyad, M.M menyampaikan bahwa pelaksanaan konferensi ini adalah merupakan suatu amanat di organisasi yang harus dijalankan
“disamping itu juga sebagai sarana evaluasi terhadap apa yang telah kita lakukan selama lima tahun kebelakang”. Jelasnya.
Apresiasi pun juga disampaikan oleh PCNU atas pencapaian yg telah diraih oleh PC Fatayat NU Jembrana selama masa khidmatnya.
“Alhamdulillah saya mengucapkan terima kasih, walaupun program kerjanya tidak banyak akan tetapi menyentuh. Kita juga tidak usah terlalu banyak-banyak program intinya bagaimana supaya betul-betul bermanfaat untuk yang lain”. Ungakapnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua PW Fatayat NU Provinsi Bali Sahabt Mariyati, kepada Fatayat NU Jembrana yang hari ini telah menyelesaikan tugasnya sebagai pengurus di masa khidmat 2015-2020.
“Meskipun masa keterlambatan kita cukup lama untuk melaksanakan Konfercab ini hingga satu tahun, karena banyak kendala terutama di masa pandemi. Tapi Alhamdulillah hari ini kita sudah melaksanakannya sehingga nantinya kita bisa mendapatkan kader-kader baru untuk jalannya organisasi 5 tahun kedepan”. Paparnya.
Harapan Ketua PW Fatayat NU Bali kepada para perseta Konfercab dalam pelaksanaan nanti bisa memberikan ide dan gagasannya sehingga Konfercab ini memang benar-benar berjalan sebagaimana mestinya.
“Kami juga berharap kepada kepengurusan yang selanjutnya agar tetap selalu menjaga silaturahmi persaudaraan dengan banom-banom yang lain sehingga kita tidak berjalan sendiri-sendiri, dan tanpa melepas dan melupakan PCNU dan Muslimat selaku bapak dan ibu kita yang akan mengarahkan kemana jalannya roda organisasi kita ini”. Harapnya.
Penulis : Wildan








