Fatayat NU Baturiti Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Dengan Ragam Tradisi Lokal

pwnubali.or.id – Pengurus Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali telah menyelenggarakan acara memperingati bulan kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW yang bertemakan “Pokok’e Cinta” bertempat di halaman Masjid Besar Al-Hidayah pada Rabu pagi  (03/11/21).

 

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini diisi dengan pembacaan Maulid Barzanji membuat para hadirin terharu-biru ketika gema menyanjung baginda Nabi Muhammad SAW disyairkan. Acara yang diselenggarakan pagi hari ini merupakan hasil kerja keras dari berbagai pihak, terutama banom-banom NU yang ada di wilayah Kec. Baturiti. Ucapan terima kasih disampaikan oleh Siti Masfufah selaku ketua panitia kepada semua pihak sebagai apresiasi terhadap kelancaran acara Maulid Nabi Muhammad SAW.

Berbagai tradisi kesenian masih dijaga dan dilestarikan pada penyelenggaraan Maulid Nabi Muhammad SAW, antara lain adalah membuat nasi kebuli, megibung sagi, metabur kesenian rudat, tarian melayu dan ditambah musikalisasi puisi.

Nasi kebuli merupakan makanan khas pada perayaan Maulid Nabi Agung Muhammad SAW. Nasi kebuli berbentuk bulat di dalamnya berisikan daging yang sudah dicincang dan dibumbui. Tradisi megibung sagi sendiri berarti makan bersama-sama. Tradisi tersebut sudah turun-temurun dilakukan sebagai bentuk kebersamaan dan kerukunan antar sesama. Disela-sela acara atau dipenghujung acara seorang petugas akan melemparkan koin, serta orang-orang yang hadir akan saling memperebutkan koin tersebut, tradisi ini dikenal dengan tradisi metabur. Sedangkan kesenian rudat sendiri merupakan salah satu kesenian dalam bentuk tarian. Tarian ini, biasanya ditampilkan ketika menyambut tamu sebagai ucapan selamat datang.

Secara keseluruhan kegiatan ini berjalan dengan lancar. Ketua PC Fatayat NU Tabanan berpesan bahwa rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW harus disertai dengan bukti konkrit, yakni yang paling nyata adalah meneladani semua yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad, selain meneladani juga dapat dengan melantunkan sholat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW sebagai wujud kecintaan.  Selain itu pesan kepada Fatayat NU Baturiti agar tetap semangat dalam menjaga organisasi ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.