Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Musholla Al-Muhajirin III, Tingkatkan Persaudaraan dan Ukhuwah

pwnubali.or.id – Selama bulan Rabiul Awal atau Bulan Maulid mayoritas masyarakat Muslim ramai-ramai merayakan Peringatan Maulid Nabi SAW diberbagai daerah. Terlepas dari pro-kontra dari berbagai sudut pandang umat muslim, hal tersebut tidak sedikitpun mengurangi kecintaan terhadap Baginda Nabi Muhammad SAW.

“Merayakan maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu momentum yang baik untuk meningkatkan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW. Semoga kita semua mendapat syafaat dari Rasulullah SAW,” kata H. Imam Sucipto, Ketua Takmir Musholla Al-Muhajirin III.

Bacaan Lainnya
Dok. Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW di Mushola Al-Muhajirin III

Selain itu beliau juga menyampaikan pentingnya meningkatkan tali persaudaraan diantara kita semua. Mengingat bahwa Rasulullah SAW berjuang untuk menyatukan umat selama dakwahnya.

“Tingkatkan silaturahmi, meningkatkan persaudaraan, Mudah-mudahan Allah senantiasa menjadikan ummatan wahidatan,” imbuhnya.

Mushola Al-Muhajirin III merupakan salah satu mushola dibawah naungan dari yayasan Masjid Al-Muhajirin Kampung Islam Kepaon dengan ketua Yayasan H. Faturrahim, S.Ag, MA yang juga menjadi A’wan Syuriyah PWNU Bali. Secara administrasi, Mushola Al-Muhajirin III mengacu pada kebijakan Masjid Al-Muhajirin, atau Masjid bersejarah di Kampung Islam Kepaon tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, KH. Nuril Huda menyampaikan Mauidhoh Hasanah dengan penuh hikmah. Salah satunya, Beliau yang akrab disapa Gus Huda mengingatkan kepada jamaah agar senantiasa sabar dan teguh dalam berjuang mencari ridho Allah. Karena menurutnya bahwasanya semakin tinggi keilmuan seseorang maka semakin besar cobaan yang diberikan.

“Semakin tinggi ilmunya, semakin digoyang oleh setan. Musuhnya nambah cobaan nambah,” terangnya.

Dok. Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW di Mushola Al-Muhajirin III

Sebagai umat Nabi Muhammad SAW, kita perlu mencontoh tauladan Beliau. Menurutnya salah satu yang penting dari tauladan Rasulullah adalah sifat pemaaf. Karena memaafkan itu butuh hati yang tulus dan penuh keikhlasan.

“Kita tidak memperdulikan siapa yang berbuat salah sama kita. Ikhlas tergantung ati dewe-dewe (Hati masing-masing). Yang mau memaafkan saudara-saudaranya akan dimuliakan dan dimasukkan ke surga-Nya..aamiin,” Imbuh beliau.

Terkahir Gus Huda menyampaikan agar kita senantiasa membudayakan amaliah kita serta meningkatkan keimanan kita semua.

“Dzikir kitab budayakan, amaliah kita budayakan, kerja kita budayakan meskipun PPKM terus berjalan tidak akan membuyarkan iman kita aamiin,” tandasnya.

 

Kontributor : MM

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.