Arisan Qurban; Ikhtiar Menjadi Mudhahi, Bolehkah?

pwnubali.or.id – Banyak orang yang berlomba-lomba untuk menjadi Mudhahi (orang yang berqurban), bagi mereka yang mampu tentu tidaklah menjadi masalah namun bagi mereka yang menegah ke bawah tentu perlu ikhtiar yang lebih untuk mencapai tujuannya.

 

Bacaan Lainnya

Salah satu ikhtiar yang dilakukan adalah dengan menggelar arisan Qurban, dengan cara beberapa orang saling patungan dan mendapatkan hewan Qurban, selain itu arisan beberapa orang untuk berqurban secara bergantian setiap tahunnya. Lantas apakah arisan Qurban diperbolehkan? Berikut penjelasannya.

 

“Kalo arisan itu hanya sekedar bergiliran melaksanakan kurban dengan domba atau sapi tanpa menentukan kepemilikan secara penuh terhadap peserta arisan masing-masing artinya domba atau sapi tersebut belum ditentukan kepemilikannya kepada orang yang melaksanakan kurban maka itu tidak sah karena kepemilikannya belum ditentukan.” Kata Ustaz Farid Mubarok, S.Pd.I.

 

Beliau juga menambahkan dengan contoh, misal 2 orang memiliki 2 domba secara musyarokah (bersekutu) atau lebih dari 7 orang bermusyarokah terhadap 2 sapi, maka itu tidak cukup dan tidak sah.Begitu pula kalau 14 orang memiliki 2 sapi tapi belum ditentukan satu persatunya maka itu tidak sah karena tiap orang bukan memiliki 1/7 dari 1 sapi tapi memiliki 1/14 dari 2 sapi. Begitu pula kalau 8 orang bermusyarokah dalam 2 sapi maka hukumnya juga tidak sah karena satu orang dari 8 itu tidak memiliki 1/8 dari 2 sapi jadi di sebut tidak mu’ayyan(di tentukan) dan tidak dipastikan.

 

لواشترك اثنان في شتين في تضحية أو هدية لم يجزء.وقال الرشيدومثله لواشترك أربعة عشرفي بدنتين لأن كلاإنماحصل له سبع البدنتين فلم يحصل له من كل إلانصف سبع وذلك لايكفي لانه لايكفي إلاسبع كامل من بدنة واحدة وفاقا لم ر.وقياسه عدم الإجزاءإذااشترك ثمانية في بدنتين إذيخص كلامن كل بدنة ثمن لايكفي

 

Jika dua orang berbagi dalam dua Kambing dalam Qurban atau hadiah, itu tidak mencukupi. Al-Rasyid berkata dan yang senada dengannya, “Jika empat belas berpartisipasi dalam dua kambing, karena masing-masing dari mereka memperoleh tujuh dari dua kambing, maka dia tidak mendapatkan dari masing-masing kecuali setengah dari tujuh, dan itu tidak cukup karena hanya tujuh yang melengkapi dari satu tubuh tidak cukup.” Setiap harga tubuh tidak cukup.

 

Kesimpulan: kalau dari arisan itu hanya sekedar mengeluarkan tabungan lalu untuk membeli sapi tanpa menentukan siapa yang memiliki sapi tersebut maka itu tidak sah, sama halnya dengan kurban satu kambing yang tidak ditentukan.

 

Tetapi kalau hanya arisan dalam pengumpulan uang yang hasilnya di pastikan milik orang tertentu untuk di belikan hewan tertentu ataupun hasil dari arisan itu di belikan hewan dan hewan itu sudah di milikan kepada orang tertentu dengan akad menghutangkan dari orang lain seperti membeli satu hewan dengan akad hutang maka itu sah. Lihat Nihayatul Muhtaj jilid 2 shohifah 4 diatas.

 

Demikian penjelasan singkat, semoga menambah khasanah keislaman kita semua.

 

Narasumber : Ustadz Farid Mubarok, S.Pd.I (Ketua LDNU Denpasar Barat)

Editor : Anita Firdaus

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.