Ranting NU Desa Banyubiru, Bukan Pembentukan Tapi Lebih Tepat Pembangkitan Kembali.

PWNUBALI.OR.ID | JEMBRANA

Jumat 28 Februari 2020, MWC NU Kecamatan Negara melaksanakan pembentukan kembali pengurus Ranting NU Desa Banyubiru di Musholla Al Ihsan Banjar Banyubiru, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Jembrana Bali.

Bacaan Lainnya

Dalam Pembentukan tersebut hadir tokoh-tokoh masyarakat Desa Banyubiru dan Perwakilan dari takmir Masjid se-Desa Banyubiru.

meskipun hujan melanda sejak Maghrib, namun itu tidak menyurutkan semangat undangan untuk hadir dalam acara yang dirasa sangat penting bagi warga Nahdliyin desa Banyubiru tersebut.

Ust. H Basyar menuturkan bahwa Ranting NU desa Banyubiru dahulu ada dan sudah lama sekali mati. Sekitar tahun 80-an disaat dirinya masih muda, dimana ketua terakhir Ranting NU banyubiru adalah H. Jailani.

“Maka dirasa lebih tepat jika Ranting NU Desa Banyubiru adalah Pembangkitan bukan Pembentukan,” kata H. Basyar.

Sangat menarik bahwa dalam acara tersebut dipilih 5 orang tokoh sebagai Ahlul Halli Wal Aqli sebagai Pemilih langsung siapa yang akan menjadi Ketua Rais dan Ketua tanfidz dalam musyawarah secara tertutup. Lima orang tokoh tersebut adalah Ust. H Basyar, Ust. H Sulaimi Nur, Ust. H Muhammad Daud, Ust. Nur Hasan, Ust. Suhairi.

Dalam Musyawarah tersebut akhirnya terpilih Ust. Syamsul sebagai Rais Syuriah dan Ust. Hasbil Ma’ani sebagai Tanfidziyah. MWC Kecamatan Negara menegaskan kepada hadirin bahwasanya siapapun yang terpilih sebagai ketua Rais Syuriah maupun Ketua Tanfidziyah tidak boleh menolak pilihan yang telah disepakati oleh Ahlul Halli Wal Aqli.

Sebelumnya, pada bulan lalu telah terbentuk empat ranting di bawah naungan MWC NU Negara, yaitu Ranting NU Desa Pengambengan, dilanjutkan Ranting NU Desa Tegal Badeng Barat, dan Ranting NU Desa Baluk.

“Selanjutnya kita akan Musyawarah untuk pembentukan Ranting NU Desa Kaliakah. Kita mulai dari desa pinggiran pantai dan bertahap ke perkotaan” ungkap Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Negara, Ust. Fauzan.

Penulis: Rifqi Fauzi (LTN NU Jembrana)
Editor: Dadie W. Prasetyoadi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.