Ketua FKUB Indonesia: Bangsa Indonesia Bertumpu Pada Kekuatan Religius Nasionalis

0
168
Ketua FKUB Indonesia

PWNUBALI.OR.ID – Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet mengatakan, kekuatan Bangsa Indonesia ada pada dua prinsip, yaitu religius dan nasionalis. Dengan dua kekuatan ini, maka sebagai umat bergama harus menjadi penganut agama yang baik, serta sebagai Bangsa Indonesia harus menjadi Bangsa yang baik.

“Bangsa Indonesia bertumpu pada kekuatan Religius Nasionalis. Yaitu kekuatan keagamaan dan nasionalis, perpaduan religius dan nasionalis. Itulah kekuatan Bangsa kita. Oleh karena itu sebenarnya, kekuatan Bangsa kita adalah menjadi umat kuat yang baik. Islam sebaik-baiknya Islam. Kristen sebaik-baiknya Kristen. Katolik sebaik-baiknya Katolik. Begitu juga Hindu sebaik-baiknya Hindu. Budha dan Konghucu juga demikian. Jadilah penganut agama yang baik, sekaligus menjadi warga negara yang baik,” ujarnya dalam Dialog Lintas Agama yang diselenggarakan PCNU Kota Denpasar (Minggu, 29/9) di gedung PWNU Bali.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara yang besar dan memiliki kekayaan alam yang luar biasa, membuat asing dan kelompok radikal ingin merusak Indonesia. Asing yang berambisi akan kekayaan Indonesia terus berupaya memecah belah Indonesia. Sementara kelompok radikal masih terus menolak empat pilar Negara Indonesia.

“Masalahnya adalah, dari dulu kita mengalami cobaan. Ada tiga cobaan yang ingin merusak Indonesia. Pertama, kekuatan asing selalu ingin memecah belah kita sebagai Bangsa Indonesia. Karena Negara kita adalah negara kaya raya yang luar biasa. Kedua, radikal selalu ada dan masih menolak empat konstitusi dasar bernegara kita,” ujar Ida Panglingsir

Dengan melihat kondisi Indonesia yang saat ini mengalami banyak cobaan dan tantangan, Ida Panglingsir sangat berharap ada Gus Dur- Gus Dur baru yang mampu menyelamatkan Indonesia. Karena perjuangan Gus Dur menyatukan Bangsa Indonesia sungguh sangat luar biasa, dengan prinsip kemanusiaan.

Reporter: Enha Muhammad
Foto: Dadie W. Prasetyoadi

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.