Ketua LTNNU Bali: Toleransi itu Bagaikan Orang Mencintai Tanpa Bisa Memiliki

0
255
Ketua LTNNU Provinsi Bali

PWNUBALI.OR.ID – Toleransi itu bagaikan orang mencintai namun tak bisa memiliki, yakni hanya bisa menghargai namun tak mungkin mengimani. Demikianlah salah satu penyampaian Ketua PW LTNNU Bali, Muhammad Taufiq Maulana, pada acara Dialog Lintas Agama yang diselenggarakan oleh PCNU Kota Denpasar dengan tema “Bersatu mengelola perbedaan untuk negeri” (29/9)

Menurut penulis buku Fikih Muslim Bali ini, untuk menjadi orang yang toleran, maka kuncinya adalah harus meningkatkan ketaatang kepada agama masing-masing yang diyakininya. Dan ini juga sebagai kunci utama menguatkan NKRI.

“Meningkatkan ketaatan pada agama masing-masing adalah prinsip penguatan NKRI. Semakin kuat ketaatan pada agama yang diyakininya, maka semakin dalam merasakan arti toleransi,” ujar Taufiq

Konflik yang terjadi yang diatasnamakan agama, lanjutnya, sesungguhnya bukan karena agama. Sebab tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan yang berakibat konflik, justru setiap agama mengajarkan cinta dan kasih sayang.

“Sesungguhnya tidak ada konflik yang terjadi karena agama. Sebab semua agama mengajarkan cinta. Orang yang semakin taat pada agamanya, maka semakin kuat mencintai sesamanya,” tegas Taufiq

Sebagai penutup, penulis buku Sabda Cinta ini menegaskan, “Perbedaan itu fitrah sebagai makhluk Tuhan. Orang yang tidak mau menerima perbedaan, sungguh telah merusak fitrah yang dianugerahi oleh Tuhan. Karena perbedaan merupakan bukti kekuasaan dan kesempurnaan Sang Pencipta. Musuh kita bukan perbedaan, musuh yang harus kita lawan bersama adalah kekerasan, ketidakadilan, penindasan dan perpecahan”

(Dadie)

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.