Ketua LTN NU Bali Memberi Motivasi Kepenulisan Mahasiswa INZAH Genggong

0
178
M. Taufiq Maulana (berdiri dengan batik biru) bersama mahasiswa Prodi Perbandingan Madzhab Inzah Genggong

PWNUBALI.OR.ID | Setelah menghadiri acara Halal bi Halal yang diadakan oleh FKDP KOPERTAIS Wilayah IV bekerjasama dengan Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong-Probolinggo, Ketua Lajnah Ta’lif wa Nasyr PWNU Bali (LTN NU) Muhammad Taufiq Maulana, S.Sy, M.H didapuk oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syari’ah kampus tersebut untuk menjadi Narasumber dalam acara Talk Show Kepenulisan bertempat di Gedung Bursa Efek dalam lingkungan kampus (3/7).

Ketua LTN NU Provinsi Bali yang juga penulis buku “Fikih Muslim Bali” ini diminta untuk memberikan motivasi menulis kepada mahasiswa Prodi Perbandingan Mahdzab Fakultas Syari’ah yang hadir pagi itu sesuai dengan tema yang diangkat dalam acara Talk Show tersebut yaitu, “Dari Goresan Pena Hingga Publikasi Ilmiah”.

Setelah sambutan Ketua DEMA Muhammad Thoif al Ghotsi, kemudian dilanjutkan sambutan kedua yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Syari’ah Umar Faruk Thohir, M.H.I, M.Si. Acara pun langsung beranjak ke agenda utama yaitu Talk Show bersama M. Taufik Maulana sebagai narasumber.

Dalam penyampaiannya, Taufiq Maulana yang juga sebagai dosen pengajar di Sekolah Tinggi Agama Islam Denpasar, Bali (STAI Denpasar) berbagi pengalaman dalam proses kreatif kepenulisan yang dilaluinya.

“Ada 5 sumber inspirasi yang dapat digunakan seorang penulis untuk memulai menulis, yaitu 1. Sakit hati, 2. Gejolak logika, 3. Membaca buku, 4. Kepekaan terhadap kondisi sosial, dan 5. Perenungan pengalaman pribadi,” papar Taufiq yang selain sebagai dosen pengajar mata kuliah Ushul Fiqh juga adalah Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STAI Denpasar Bali itu.

Sebagaimana dalam sebuah Talk Show, banyak pertanyaan yang diajukan oleh peserta yang hadir disampaikan dalam suasana santai. Diantaranya, bagaimana cara menerbitkan buku, bagaimana menjadikan catatan harian hingga berbentuk buku, dan bagaimana mengelola pengalaman sakit hati dapat diubah menjadi motivasi untuk menulis, yang semuanya dijawab oleh Taufiq dengan rileks dan sesekali disertai canda sehingga suasana acara berlangsung sangat cair dan akrab.

Selain mengajar di STAI Denpasar, dosen muda ini juga mengajar mata kuliah agama Islam di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar yang membuat jiwa penulis yang ada pada dirinya semakin kuat dalam nuansa kesenian karena pergaulan kesehariannya dengan mahasiswa ISI yang rata-rata adalah seniman.

Sudah belasan buku ditulis oleh Taufiq Maulana sepanjang kariernya sebagai penulis, beberapa diantaranya Peka Rasa I & II, Nasihati, Sabda Cinta, dan terakhir adalah Fikih Muslim Bali yang ditulis bersama tim penulis LTN NU Bali. Saat ini Taufiq bersama timnya juga sedang menyiapkan buku kedua yang masih bertema tentang kerukunan antar umat beragama di Bali.

Tidak hanya itu, Tim LTN NU Bali yang dinakhodainya juga mengelola beberapa media online resmi PWNU Bali dalam rangka merealisasikan bentuk pengabdian mereka sebagai pengurus Lembaga Penulisan dan Publikasi Nahdlatul Ulama Provinsi Bali dengan masa khidmah tahun 2015-2020.

Acara Bincang Kepenulisan di kampus Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan (INZAH) Genggong itu pun berakhir dengan menyisakan antusiasme para mahasiswa yang hadir.

“Mereka sangat terinspirasi, dan jadi termotivasi untuk menulis.” demikian tulis Kaprodi Perbandingan Madzhab Fakultas Syari’ah INZAH lewat pesan whatsapp yang diterima Taufik saat dalam perjalanan kembali menuju Bali.

(dad)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.