PWNUBALI.OR.ID | Denpasar
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Sains dan Teknologi Nahdlatul Ulama Bali (ISTNUBA) menggelar acara Maulid Nabi dengan tema “Meneladani Akhlak Rasul dalam Kehidupan Sehari-hari Kita,” yang berlangsung di lantai 2 kampus ISTNUBA Senin malam 08 Oktober 2023 kemarin. Acara ini didihadiri oleh seluruh civitas kampus ISTNUBA baik Mahasiswa maupun jajaran Dosen.
Dalam suasana penuh kekhidmatan, acara Maulid Nabi yang baru-baru ini diselenggarakan telah menjadi ajang membangkitkan semangat keagamaan dan keilmuan di kalangan mahasiswa. Mutia Najwa, selaku Ketua Kementerian Agama, mengucapkan terima kasih tulus kepada semua peserta yang telah memeriahkan acara ini dengan kehadiran dan semangatnya.

Acara ini juga dihadiri oleh Bapak KH. Mahrusun, M.Pd.I, sebagai Wakil Rektor I sembari memberikan nasihat kepada mahasiswa bahwasanya, “Mahasiswa saat ini adalah pemimpin masa depan, dan tanggung jawab ini harus diemban dengan penuh kesadaran akan keimanan, syariat, dan akhlak yang luhur,” tuturnya.
Mustasyar PWNU Bali tersebut juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras untuk menjadikan acara ini bermanfaat bagi semua peserta.
“Bagaimana caranya acara ini dapat memberikan manfaat maksimal kepada semua yang hadir adalah hasil kerja keras dan kerjasama tim yang patut diapresiasi,” imbuhnya.
Dr. Hafidzul Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I., M.HI., M.Pd. dalam kesempatan tersebut memberikan mauidhoh hasanah yang sangat penting, terutama tentang Sholat. Menurutnya sholat merupakan sarana untuk menghindari perbuatan yang mungkar.

Jangan pernah tinggalkan shalat, karena itulah yang membedakan kita dengan umat lainnya. Shalat bukan hanya ritual ibadah, tetapi juga pencegah dari perbuatan nahi mungkar,” paparnya.
Hafidz juga menambahkan tentang amalan yang diterima setelah meninggal dunia dengan mengutip hadis dari Abu Hurairah RA berkata Rasulullah bersabda: “Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakan kepadanya” (HR Muslim).
Lebih lanjut, Hafiz mengajak para mahasiswa untuk menjaha nilai luhur Islam serta menjadi generasi yang positif di masa yang akan datang.
“Dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswa, mari terus memperkuat iman dan taqwa kita, mematuhi ajaran Rasulullah, serta menjaga tata nilai luhur Islam. Dengan tekad yang kuat dan semangat yang membara, kita dapat menjadi generasi yang menginspirasi, membawa perubahan positif, dan meraih keberkahan dalam segala hal yang kita lakukan,” tandasnya.
Terakhir beliau berharap agar acara Maulid Nabi ini tidak hanya menjadi momen berharga dalam kehidupan kita, namun juga membangun pondasi yang kokoh untuk masa depan yang lebih baik, di dunia dan akhirat.
“Terima kasih kepada semua yang telah berkontribusi, dan mari kita lanjutkan perjalanan ini dengan penuh keimanan, kesungguhan, dan kebanggaan sebagai umat Islam,” pungkasnya.








