Semarakkan Harlah 1 Abad NU PCNU Gianyar Gelar Pagelaran Seni & Shalawat Bersama

PWNUBALI.OR.ID|Gianyar- PCNU Kabupaten Gianyar sukses menggelar Harlah 1 Abad NU pada Sabtu (4/02) bertempat di Balai Budaya Gianyar. Acara yang berlangsung meriah tersebut dihadiri oleh seluruh lapisan warga Nahdiyin yang berbondong-bondong menyemarakkan peringatan berdirinya Nahdatul Ulama yang telah menginjak 1 abad di Indonesia.

Tidak hanya dihadiri oleh segenap jajaran dan pengurus PCNU Kabupaten Gianyar, turut hadir dalam acara tersebut tokoh agama dan tokoh masyarakat termasuk dari Forum Komunikasi Beragama kabupaten Gianyar yang diwakili dengan perwakilan setiap pemuka agama dari masing-masing agama yang diakui di Indonesia. Dalam acara tersebut juga memberikan penghargaan terhadap tokoh-tokoh agama dan masyarakat yang turut andil dalam perkembangan NU di Kabupaten Gianyar.

Bacaan Lainnya
Dok. Perayaan 1 Abad NU, Gianyar

Peringatan Harlah 1 Abad Nahdhatul Ulama berlangsung semarak. Tidak hanya menampilkan video dokumenter mengenai kelahiran NU dan perkembangannya di Gianyar hingga saat ini, tetapi juga menampilkan berbagai kreasi seni yang tersusun apik dalam pagelaran seni kolosal Nahdatul Ulama.

Dalam pagelaran tersebut menampilkan berbagai kreasi seni religi yang ditampilkan oleh perwakilan dari seluruh elemen banom-banom NU se-Kabupaten Gianyar. Dibuka dengan dalang yang membawakan Narasi ke-NU-an, kemudian disusul dengan berbagai penampilan diantaranya Koor Aqidatul Awam dari kolaborasi santriwan-santriwati madrasah Diniyah kabupaten Gianyar, hingga pertunjukkan bela diri dari Pagar Nusa. Banser Gianyar juga turut memeriahkan dengan yel-yel penuh semangat. Seluruh bano-banom NU memenuhi panggung Balai Budaya, mengibarkan bendera merah putih bersandingan dengan bendera NU hingga banom-banom di dalamnya.

Pertunjukan seni kolosal ditutup dengan pembacaan sholawat bersama-sama. Seluruh jamaah yang hadir menyenandungkan sholawat yang merupakan amaliyah NU.

Dok. Perayaan 1 Abad NU, Gianyar

Peringatan Harlah 1 Abad Nahdatul Ulama tersebut mengundang K.H. Abdul Ghofar dari Banyuwangi sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan mengenai kehadiran NU di Indonesia yang merupakan garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI. “di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks, NU menjadi garda terdepan dalam membela, menggerakkan semangat nasionalisme dan toleransi, menghalau segala bentuk terorisme dan radikalisme yang menyerang pancasila, NKRI dan UUD 1945.”

Kyai Ghofar juga menambahkan bahwasannya NU tidak hanya sebuah organisasi keagaaman melainkan juga sebuah wadah kebersamaan yang mampu mempertahankan budaya tanpa melepas ajaran agama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.