eps. 2 : Kesabaran Sarah yang Tidak Banyak Dimiliki Wanita

LTNNU_BALI

Kejadian Sarah dengan penguasa Mesir itu, membuat Nabi Ibrahim a.s mengajak Sarah dan juga Hajar untuk kembali pindah ke Tayman (Baitul Maqdis). Dimana Nabi Ibrahim a.s dan Sarah pernah singgah untuk sementara waktu di tempat itu saat perjalanan hijrah menuju Mesir.

20 tahun berlalu, Nabi Ibrahim a.s dan Sarah tak kunjung dikaruniai keturunan. Bagi seorang wanita yang bersuami hal tersebut bukanlah hal yang mudah untuk dihadapi dan ini mengganggu pikiran Sarah. Ditambah dengan kenyataan bahwa suaminya adalah seorang Nabi yang tentu berharap memiliki penerus perjuangannya, berdakwah di jalan Allah.

Bacaan Lainnya

Setelah terus memikirkannya, Sarah berkata pada suaminya ” Sesungguhnya Tuhan telah menghalangiku untuk mendapatkan anak. Maka menikahlah dengan Hajar, semoga Allah memberikan rezeki kepadaku berupa anak darinya.”

Tentu itu bukan perkataan yang ringan untuk disampaikan dari seorang istri kepada suaminya. Namun, demi kecintaan Sarah kepada suaminya, dan demi perjuangan berdakwah di jalan Allah swt, maka Sarah pun merelakan suaminya untuk menikahi Hajar. Wanita yang dihadiahkan Penguasa Tiran itu kepadanya.

Tak lama setelah Hajar menikah dengan Nabi Ibrahim a.s , Ia pun mengandung dan melahirkan seorang anak yang dinamakan Ismail. Saat itu usia Nabi Ibrahim a.s sekitar 85 tahun. Allah swt berfirman:

“Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat sabar (Ismail).” (QS. ash-Shaaffaat [37]:101)

Seberapapun kerasnya Sarah berupaya untuk menerima keadaan dirinya, tetap saja ia merupakan seorang wanita yang memiliki rasa cemburu saat suaminya bergembira dengan wanita lain. Ditambah lagi, wanita itu dapat melahirkan seorang anak yang ia sendiri mendambakan hal itu. Tentu Sarah sadar bahwa tidak lah benar jika ia berlarut-larut dalam kecemburuan, hingga pada akhirnya Sarah pun menyampaikan apa yang mengganggunya saat ini kepada Nabi Ibrahim a.s.

Saat Sarah telah mengutarakan semua isi hatinya kepada Nabi, beliau pun merasa bimbang. Beliau berdoa kepada Allah swt agar diberikan solusi atas masalah pelik yang dialaminya. Dan turunlah perintah Allah untuk memisahkan Sarah dengan hajar. Nabi Ibrahim a.s diperintahkan membawa Hajar dan Ismail ke sebuah tempat yang kini dikenal dengan nama Mekkah.

Dengan penuh ketaatan Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Allah swt. dan sepulangnya beliau dari Mekkah, rumah tangga Nabi Ibrahim dan Sarah pun bertahap kembali normal. Tiga belas tahun sudah setelah Ismail lahir, Sarah masih tak kunjung dikaruniai seorang anak. Pada saat itu pula datanglah sekumpulan laki-laki berwajah rupawan ke rumah Nabi Ibrahim a.s. Mereka bertamu ke rumah beliau dan mengucapkan salam. Mengetahui sekumpulan laki-laki tersebut Nabi Ibrahim a.s dan istrinya dibuat takut akan kehadiran mereka.

Dan kisahpun harus bersambung, kita nantikan di episode 3 besok hehe. Semoga bermanfaat see you on the next episode…

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.