Penutupan Pesantren Ramadhan Sekaligus Santunan Anak Yatim PW NUCARE-LAZISNU Bali

Dok. Para Santri Pesantren Ramadhan beserta panitia berfoto bersama usai penutupan

PWNUBALI.OR.ID | Denpasar – Setelah lima hari berjalan, Pesantren Ramadhan PWNU Bali 1443 H / 2022 M secara resmi ditutup oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Bali. Dalam kesempatan tersebut terasa lebih berkah dengan santunan Anak Yatim dari PW NUCARE-LAZISNU Provinsi Bali.

Penutupan Pesantren Ramadhan PWNU Bali ditandai dengan pelepasan nametage peserta serta penyerahan sertifikat peserta yang diberikan langsung oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Bali, KH. Abdul Azis, S.Pd.I serta Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Bali yang membidangi Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama, H. Yunus Naim.

Bacaan Lainnya
Dok. Penyerahan sertifikat peserta pesantren Ramadhan PWNU Bali

Dalam sambutannya, KH. Abdul Azis menyampaikan bahwasanya orang yang mencari ilmu ditinggikan derajatnya Oleh Allah SWT. Dengan Pesantren Ramadhan tersebut berharap para santri dapat memperoleh ilmu yang bermanfaat dan merasakan sekilas bagaimana rasanya di pondok pesantren.

“Orang yang mencari ilmu akan ditinggikan derajatnya Oleh Allah SWT. Sepanjang jalan dari rumah masing-masing menuju ke PWNU ini InsyaAllah dicatat sebagai pahala amal ibadah,” terang beliau.

Dok. KH. Abdul Azis saat memberikan sambutan dalam acara penutupan pesantren Ramadhan PWNU Bali

H. Azis kemudian menambahkan harapan kedepan Pesantren Ramadhan dapat dilaksanakan kembali dengan persiapan yang lebih baik dan peserta yang lebih banyak.

“Tahun depan InsyaAllah kita adakan kembali. Para santri bisa datang lagi tahun dengan dengan mengajak teman-temanya ikut nyantri di Pesantren Ramadhan PWNU Bali,” imbuhnya.

Ketua Panitia, Ahmad Ainul Yaqin menyampaikan pesantren Ramadhan berbeda dengan kajian Ramadhan. Perbedaannya adalah disini santri wajib menginap dan beraktivitas sebagaimana di pondok pesantren.

“Setiap santri diwajibkan untuk menetap dan kita sudah menyiapkan program-program ala pesantren sehingga para santri dapat merasakan sekilas bagaimana nyantri di pondok pesantren,” kata pria yang akrab disapa Yaqin.

Dok. Santunan anak yatim oleh PW NUCARE-LAZISNU Provinsi Bali

Diakhir acara, acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh H. Yunus Naim dan dilanjutkan dengan santunan Anak Yatim dari PW NUCARE-LAZISNU Bali kepada sejumlah anak yatim dari yayasan Al-Qodiri Denpasar.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Tanfidziyah PWNU Bali, KH. Abdul Azis, S Pd.I, Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Bali, H. Yunus Naim, Ketua LP Ma’arif NU Bali, Sulaimi, M.Pd.I segenap panitia dan santri Pesantren Ramadhan PWNU Bali serta segenap anak yatim dari Yayasan Al-Qodiri, Denpasar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.