Team Creative LTN NU Bali Raih Juara I Kaligrafi Kontemporer MTQ XXIX Gianyar

PWNUBALI.OR.ID | Gianyar – Kebenaran, keindahan dan kaidah khot merupakan tiga komponen penting penilaian pada Musabaqah Tilawatil Quran MTQ ke-XXIX tingkat kabupaten Gianyar, khususnya pada cabang seni kaligrafi Al-Quran yang dilaksanakan pada hari Minggu (20/03) bertempat di kantor Baznas Gianyar.

Lomba cabang seni kaligrafi Al-Quran sendiri secara keseluruhan diikuti oleh 15 peserta baik putera dan puteri dengan 4 jenis golongan. Kaligrafi golongan Kontemporer, Kaligrafi golongan naskah, kaligrafi golongan hiasan mushaf, dan kaligrafi golongan dekorasi dengan usia maksimal 34 tahun 11 bulan 29 hari terhitung pernah tanggal 1 Juli 2022.

Bacaan Lainnya
Dok. Pelaksanaan lomba Kaligrafi MTQ XXIX Kabupaten Gianyar, Bali

Pelaksanaan lomba sendiri berjalan selama 8 jam sejak pukul 08.00 WITA sampai pukul 16.00 WITA, dengan ditambah waktu istirahat, dibawah pengawasan dewan hakim yang diketuai Ustadz Sya’rodi.

Secara garis besar poin aspek yang menjadi penilaian dalam lomba cabang seni kaligrafi Al-Quran bentuk dan proporsi huruf, jarak antara letak huruf dan keserasian komposisi huruf dari komponen kaidah khot.

Dok. Pelaksanaan lomba Kaligrafi MTQ XXIX Kabupaten Gianyar, Bali

Orisinalitas, kreativitas dan sentuhan akhir yang berfokus pada kebersihan dan kehalusan khot menjadi poin penilaian dalam komponen keindahan khot. Serta komponen keindahan untuk tambahan penilaian cabang hiasan mushaf dan dekorasi berfokus pada penilaian desain dan pemilihan warna dekorasi khot.

Dalam kesempatan tersebut, M. Zanuar Afandi berhasil meraih juara pertama Kaligrafi Katagori Kontemporer. Anggota Tim kreatif PW LTN NU Bali tersebut berhak melaju ke tingkat provinsi yang akan dilaksanakan pada bulan Juli di Kota Denpasar.

Dok. Zanuar Afandi dengan karyanya dalam Pelaksanaan lomba Kaligrafi MTQ XXIX Kabupaten Gianyar, Bali

Harapannya, pria yang juga penyuluh Agama Islam non PNS Kabupaten Gianyar tersebut dapat terus mengembangkan karya seni kaligrafinya sebagai syiar dan seni yang dapat dinikmati oleh masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.