MTQ XXIX Kabupaten Gianyar; Mencetak Qori dan Hafidz Kabupaten Gianyar

Dok. MTQ XXIX Kabupaten Gianyar

PWNUBALI.OR.ID | Gianyar -Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXIX tingkat kabupaten Gianyar secara resmi dibuka dengan iringan rebana pada Minggu (20/03) di Masjid Agung Al-A’la.

Dihadiri oleh LPTQ Provinsi Bali, Kasi Ura Hindu I Made Sutama, M.Pd.H mewakili Kepala Kementrian Agama Kabupaten Gianyar yang berhalangan hadir, Kasi Bimas Islam kabupaten Gianyar, Ketua MUI kabupaten Gianyar, Ketua DMI kabupaten Gianyar.

Bacaan Lainnya
Dok. Pembukaan MTQ XXIX Kabupaten Gianyar

Dalam sambutannya Akhmad Adiwijaya selalu ketua panitia mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta dan rombongan yang hadir dan berpartisipasi dalam lomba MTQ. Pembukaan MTQ ke-XXIX tingkat kabupaten Gianyar juga bertepatan dengan soft launching Madrasah Tilawah yang nantinya menjadi wadah untuk membina peserta terbaik dan memiliki potensi untuk maju di ajang MTQ tingkat provinsi.

Dengan mengangkat tema mencintai Al-Quran menyemai generasi merajut persaudaraan kebangsaan dan kemanusiaan, diharapkan dengan pelaksanaan MTQ ke-XXIX tingkat kabupaten Gianyar tersebut selain melahirkan potensi-potensi Qurani terbaik untuk maju ke perlombaan tingkat selanjutnya, juga untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Al-Quran dan memahami Al-Quran dengan lebih baik serta dapat menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.

Dok. Sambutan LPTQ Provinsi Bali dalam pembukaan MTQ XXIX Kabupaten Gianyar

H. Fathuri, yang mewakili LPTQ provinsi menyampaikan dalam sambutannya bahwa pelaksanaan MTQ dalam jangka pendek adalah untuk memiliki qori-qoriah, hafidz-hafidzah untuk mewakili Gianyar ke MTQ tingkat provinsi yang akan dilaksanakan pada bulan Juli di Denpasar dan ataupun ke MTQ nasional pada Oktober di Banjarmasin.

“MTQ juga menjadi media untuk mempertemukan berbagai unsur masyarakat hingga terjalin persaudaraan yang hakiki sebagai umat yang mencintai Al-Quran. Perlu diketahui pula bahwa Al-Quran adalah kitab suci yang memiliki aturan ketat dalam tata cara bacanya karena itu adalah upaya untuk menjaga kemurnian kitab suci Al-Quran, sekaligus mengevaluasi kualitas umat islam dalam membaca alquran.” tambahnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.