Silaturahmi Kebangsaan dan Kebhinekaan dalam perayaan Tahun Baru Imlek, Ini Pesan Tokoh Budha Untuk PAC Ansor Kuta Utara

Dok. kegiatan Silaturahmi Kebangsaan dan Kebhinekaan dalam perayaan Tahun Baru Imlek

pwnubali.or.id | Denpasar – Serangkaian acara dalam rangka peringatan Tahun Baru Imlek dilakukan Pengurus Pencinta Tanah Air Indonesia (Petanesia) Dewata dengan menggelar Silaturahmi Kebangsaan dan Kebhinekaan di Griya kongco Dwipayana, Tanah Kilap Denpasar selatan, Bali Selasa malam (1/2)

Hadir dalam kesempatan tersebut segenap tokoh agama dan organisasi masyarakat mulai dari Humas Petanesia Bapak Sony beserta jajaran Petanesia Dewata, Anggota dewan Fatwa kebangsaan petanesia Bali Bapak Atu Bagus Dwipayana (Pendeta Konghucu). Perwakilan Lesbumi NU Denpasar, Ansor-Banser Kuta Utara, Vidi imanjuntak (Ikatan Keluarga Batak Bali), Pontas Simamora (Ikatan Keluarga Batak Bali), Rumah Nuswantoro, Kasepuhan Tirto Kahuripan, Gagak Karancang Bali, Suryo Mataram, Ikatan Keluarga Banyuwangi serta Forum Peduli NKRI.

Bacaan Lainnya
Dok. kegiatan Silaturahmi Kebangsaan dan Kebhinekaan dalam perayaan Tahun Baru Imlek

Sesepuh umat Budha Bali, Atu Bagus Dwpaya dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tinggi atas kegiatan tersebut. Menurutnya ini merupakan bentuk persatuan dan kebhinekaan yang harus di jaga dengan erat.

“Sangat bangga bisa merayakan bersama Tahun Baru Imlek kali ini, karena bisa mempersatukan perbedaan dalam kebhinekaan. Yaitu berkumpulnya ormas ke Agamaan dan Ormas berasaskan Pancasila,” paparya.

Lebih lanjut beliau mengungkapkan kebanggaanya karena kehadiran dari Gerakan Pemuda Ansor – Banser Kuta Utara. Hal itu ia ungkapkan langsung di hadapan Samsul Hadi, Ketua PAC Ansor Kuta Utara beserta rombongannya.

“Indonesia tanpa NU dan Ansor bisa pecah belah. Kami juga berharap Ansor di Bali terus bisa bersinergi dengan berbagai kalangan untuk menjaga persatuan di Bali dan Indonesia umumnya,” imbuhnya.

Humas Petanesia Bali, Bapak Sony, dalam sebagian sambutannya beliau menyampaikan mengucapkan terima kasih kepada Ansor, sudah berkenan membuat contoh gerakan utk persatuan umat antar Agama maupun Ormas. Bapak Sony juga berharap bisa terus menjalin sinergi dalam hal kegiatan kebangsaan.

“Saat ini memang baru mengenal Ansor Banser Bali di Kuta Utara dan berharap bisa terus mengenal Ansor se Bali. Sebagai penganut Agama kristen, kami ingin menyampaikan Kristen rasa NU. Kai sangat bangga dengan lagu Ya Lal Wathon dan bahkan lagu tersebut dipakai sebagai nada dering Handphone,” ucapnya sambil tertawa.

Acara tersebut ditutup pada pukul 22.00 Wita dengan doa bersama serta dilengkapi dengan acara-acara hiburan seperti barongsai dan lainnya.

Ketua PAC Ansor Kuta Utara, Samsul Hadi berharap dapat terus membangun sinergi antar umat dan ormas dengna tujuan untuk membangun dan merawat bangsa diatas perbedaan dan keberagaman.

“Dengan ini semoga bisa terus mengembangkan sinergi Ansor dengan berbagai umat beragama dan Ormas berazaskan Pancasila dan Indonesia berbudaya. Pancasila Jaya, NKRI harga mati,” tandasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses