Dua Prioritas yang Harus di Wujudkan, PWNU Bali Ajak Banom dan Lembaga Bekerja Lebih Keras

pwnubali.or.id – Ketua Tanfidziyah PWNU Bali ingatkan tantangan kencang yang akan dihadapi NU kedepan, baik Banom maupun lembaga. Beliau juga meminta agar para pengurus NU harus siap mengimbangi tantang tersebut.

“Tantangan sebelah semakin kencang, kita harus mengimbangi. Misal dari IPNU sebagai Organisasi Pelajar tidak sekedar hidup dimedia tapi juga dimasyarakat terutama lingkup pendidikan. Jangan sampai IPNU tidak bisa melakukan organisasi sektor pendidikan terutama remaja Masjid dan Mushola,”terang KH. Abdul Azis, S.Pd.I saat memberikan sambutan dalam acara rapat Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Bali bersama Banon dan lembaga.

Bacaan Lainnya

KH. Azis juga menyampaikan kepada jajaran wakil Tanfidziyah agar lebih giat membangun tiem sesuai dengan lembaga yang dibidanginya. Beliau mengajak untuk saling ber-fastabikul Khoirot agar dapat memberikan inovasi dan trobosan baru.

Fastabikul khoirot antar lembaga bisa mendorong lembaga bisa mencari terobosan baru,” tambahnya.

 

 

 

 

 

Dalam rapat yang dilaksanakan di Sekretariat PWNU Bali pagi ini (11/3) Ketua Tanfidziyah PWNU Bali menyampaikan pekerjaan berat yang menjadi prioritas. yaitu mengembangkan perguruan tinggi ISTNUBA serta Perluasan Sekretariat untuk memaksimalkan hikmad NU Bali kepada masyarakat.

“Pekerjaan kita paling berat ada 2 prioritas, pertama mengembangkan Perguruan tinggi yang sudah berjalan. PR kita bersama agar bisa bertanggung jawab dan bekerja secara maksimal. Harapan besar kita dengan Perguruan Tinggi dapat mengangkat harkat martabat NU akan datang,” papar H. Azis

H. Azis yakin bahwa lima tahun kedepan dengan adanya ISTNUBA maka dapat mengangkat harkat martabat NU khususnya di Bali. Beliau juga berharap dapat seperti UIN Makasar yang sekretariat NU berada ditengah kampus.

Prioritas yang kedua adalah perluasan sekretariat PWNU Bali yang dirasa sangat perlu untuk memaksimalkan peran NU dimasyarakat. Disisi lain hal itu juga akan menjadi peninggalan yang baik untuk anak, cucu dan generasi penerus Nahdlatul Ulama mendatang.

“Para pendahulu kita mampu mewujudkan gedung ini maka kita harus bersyukur kepada Allah SWT. Ini kenangan indah dan baik yang dapat dinikmati anak cucu kita. Namun keterbatasan ini maka sudah saatnya kita wacanakan bagaimana kita mempunyai gedung yang lebih layak,” kata beliau

Sejauh ini gedung PWNU hanya mampu menampung kurang dari 30% lembaga NU dan kurang dari 20% Banon NU yang ada di Bali. Untuk itulah H. Azis mengajak para Banom dan Lembaga untuk bekerja keras mewujudkan cita-cita mulia tersebut. (red. MM)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.