Bentuk Tiga Satuan Khusus, Satkorwil Banser Bali Gelar Pertemuan Kasatkorcab se-Bali

pwnubali.or.id – Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Banser Provinsi Bali, berlahan tapi pasti mulai menata kelengkapan Satuan Khusus (Satsus) di jajaran Satkorwil Bali agar lebih efektif dan tanggap dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Tidak tanggung-tanggung, Tiga Kasatsus Banser telah dicanangkan akan segera terbentuk melihat potensi dan kebutuhan yang ada.

Bacaan Lainnya

“Saat ini di jajaran satkorwil Satsus yang sudah terbentuk adalah Satuan Provost atas usualan ndan Luqman. Sekarang sudah saatnya jajaran Satkorwil untuk membentuk Satuan Khusus yang lain seperti Bagana (Banser Tanggap Bencana), Basada (Banser Husada) dan Balantas (Banser Lalulintas),” kata Kasatkorwil Banser Bali, Imam Buchori.

Imam Buchori juga menyampaikan kepada selurh Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) se-Provinsi Bali atau yang mewakili untuk mengutus anggotanya menjadi bagian dari ketia Satuan Khusus tersebut. Terutama bagi mereka yang pernah mengikuti Diklatsus Banser.

Acara pembentukan Satuan Khusus Banser dilaksanakan di Gedung Sekretariat PWNU Bali lantai 2 Minggu siang (7/3) mulai pukul 14.00 Wita sampai dengan pukul 16.30 Wita. Acara dibuka oleh MC sahabat Muhlisin, dilanjutkan dengan sambutan dan arahan dari Kasatkorwil serta dilanjutkan musyawarah bersama.

 

 

 

 

Wakasatkorwil Banser Bali, Luqman Hakim ditunjuk langsung oleh Kasatkorwil untuk memimpin jalannya musyawarah pembentukan ketiga Satsus tersebut. Melalui Ndan Luqman, semua peserta yang hadir diminta menyampaikan masukan dan saran sebelum memutuskan untuk para personil masing-masing Satuan Khusus tersebut.

“Jika dilihat dari data yang ada, sahabat di Bali yang sudah mengikuti Diklatsus Bagana ada 6 orang, Basada belum ada dan Balantas kurang lebih 5 orang. Kita bisa membentuk Satsus sembari nanti mengikuti Diklatsus Banser,” terangnya.

Senada dengan Sahabt Luqman, Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Bali, H. Yunus Naim yang kebetulan terlambat hadir kerena dari luar kota memberikan apresiasi dan meminta agar setiap anggota senantiasa siap jika dibutuhkan dalam Satuan Khusus.

Menurutnya ketiga satuan khusus tersebut saling bersinergi dan memiliki korelasi. Sehingga satu sama lain saling melengkapi. Sehingga perlu untuk segera dibentuk untuk melenkapi sturktur Banser di Bali.

“Misal ada bencana maka pertama yang bertindak adalah Bagana kemudian datang Basada membantu dan Balantas mengamankan lalu lintas. Semua saling memiliki korelasi. Bagi sahabat yang sudah mengikuti diklatsus mohon segera merapat dan yang belum nanti bisa menyusul, minimal pernah mengikuti diklat-diklat khusus sejenis meski diluar dari diklat resmi Banser,” tandasnya. (red. MM)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.