Gandeng AFCO, PW LPNU Bali Gelar Pelatihan Kewirausahaan Sektor Informal

0
401

PWNUBALI.OR.ID | DENPASAR

Rabu, (16/12) PW LPNU Bali mengadakan giat pelatihan kewirausahaan sektor informal sebagai realisasi rencana tindak lanjut (RTL) keikutsertaannya dalam program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis komunitas Kemenaker RI beberapa waktu lalu, bertempat di Kampus ISTNUBA Gedung PWNU Bali jl. Pura Demak II/31 Denpasar.

Dalam kegiatan selama tiga hari tersebut lembaga dibawah naungan PWNU Bali ini menggandeng CV. AFCO (Agung Family Corporation) yang bergerak dalam produksi frozen food sebagai mitra kerjasama dan pendampingan.

Menurut Drs. Muhammad Thoha selaku Ketua PW LPNU Bali, tujuan diadakannya kegiatan ini adalah sebagai upaya lembaga yang dipimpinnya itu untuk memotivasi masyarakat membuka peluang usaha bagi para pekerja usia produktif sektor informal.

“Kami meneruskan program Kemenaker RI yang merupakan program reguler setiap tahun ini agar segera bisa terserap langsung oleh masyarakat yang sedang dalam kondisi perekonomian kurang baik di masa pandemi,” paparnya saat diwawancarai oleh PWNUBALI.OR.ID

Peserta mengikuti pelatihan kewirausahaan PW LPNU Bali

Hari pertama, Rabu (16/12) saat pembukaan, Agus Hendra, SE. MM. selaku Wakil Ketua Tanfidhiyah PWNU Bali Bidang Perekonomian memberikan motivasi kepada peserta tentang pengelolaan penghasilan, bagaimana peserta mampu mengelola keuangan dalam setiap proses memulai usaha.

Dilanjutkan dengan materi pemahaman potensi ekonomi, memahami, pengembangan diri dan memilih pekerjaan sesuai kemampuan, disampaikan oleh Ida Ayu Widari dari Disnaker provinsii Bali.

Sedangkan di hari kedua dan ketiga diisi oleh pemateri dari Kemenaker RI yang dilakukan secara daring via zoom. Kali ini Adhie Nalapruja, ST sebagai Pengantar Kerja Muda Kemenaker RI menyampaikan materi tentang Program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) langsung dari Jakarta.

Sedangkan AFCO yang diwakili Gandhi Utomo Direktur Operasional mengenalkan produk frozen food yang diproduksi, sekaligus memaparkan mekanisme penjualan, serta pola kemitraan yang akan dibangun bersama dengan LPNU Bali.

Gandhi mengungkapkan bahwa saat ini AFCO sedang fokus menggandeng lembaga sosial kemasyarakatan berbasis komunitas. Menurutnya Pengurus Wilayah Lembaga Perekonomian NU Bali (LPNU) sebagai lembaga yang menangani pemberdayaan ekonomi umat milik Nahdlatul Ulama menjadi mitra kerjasama sangat strategis mengingat basis keanggotaannya yang besar.

Setelah memberi materi dalam bentuk teori, langsung dilanjutkan dengan praktik Pengolahan produk frozen food yang menjadi andalan AFCO seperti sosis, nugget, bakso, dan lainnya menjadi produk kuliner makanan ringan yang siap dipasarkan untuk konsumen.

Produk yang dihasilkan AFCO tersebut diproduksi di Jombang, Jawa Timur dan sudah dipasarkan ke seluruh Indonesia. Dalam menyesuaikan segmen pasar, AFCO membagi produknya menjadi tiga kategori dengan merk Salam, Zaitun, dan Kamil.

Acara terbatas yang diikuti oleh 21 orang dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum tersebut ditutup oleh Ketua PWNU Bali KH. Abdul Azis dengan harapan semoga LPNU dapat berperan lebih banyak dalam usaha pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya di Bali, dan menjalin mitra dengan pengusaha-pengusaha.

“Ekonomi adalah hajat hidup utama masyarakat, upaya yang dilakukan ini adalah pekerjaan mulia dan harus dapat lebih dikembangkan agar membawa manfaat maksimal bagi umat,” tutupnya.

Penulis: Dadie W. Prasetyoadi
Editor: Muhammad Muhlisin

 

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.