Dampingi 164 Santri Bali Kembali ke Pesantren, Anggota DPRD Buleleng Pastikan Sudah Sesuai Protokol Covid-19

PWNUBALI.OR.ID |

Anggota DPRD Buleleng, Mulyadi Putra yang juga ditunjuk langsung oleh Pesantren Sukorejo, Situbondo untuk membantu proses kembalinya santri asal Bali ke pesantren memastikan bahwa mereka bebas covid-19 dan telah sesuai protokol kesehatan.

Bacaan Lainnya

“Karena sebelum berangkat, kami pastikan para santri mengantongi surat Rapid Test dan surat jalan dari lingkungan setempat,” terangnya melalui sambungan telphon, Selasa, (16 Juni 2020).

Santri yang kembali secara keseluruhan hari ini kata Mulyadi sebanyak 164 orang. Rinciannya, 114 dari Ponpes Sukorejo Situbondo yang tersebar dari beberapa kabupaten. Dan sisanya 50 santri dari pesantren lain.

“Denpasar-Badung ada 60 santri, Buleleng 40, Karang Asem 14, total 114 santri dari Sukorejo. Sisanya dari beberapa pesantren yang lain,” katanya.

Proses kembalinya santri kata Mulyadi yang juga Ketua Ikatan Santri Salafiyah-Syafiiyah (IKSASS) Buleleng berjalan lancar dan aman. Hal ini tidak lepas dari dukungan dan peran serta Pemerintah Daerah Bali.

“Terutama pelaksanaan Rapid Test. Alhamdulillah atas dukungan pemerintah, Rapid Test sebagai prasyarat para santri kembali ke pesantren dimudahkan,” ujarnya.

Mulyadi juga menyampaikan terima kasih kepada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Bali yang membantu dalam memfasilitasi Rapid Test santri dengan tidak dipungut biaya seperserpun.

“Terutama santri yang ada di Bali Selatan. Semoga kedepannya, santri lain yang akan kembali ke Pondok selanjutnya dimudahkan dan lancar,” harapnya.

Mulyadi juga mengajak kekompakan para Alumni pesantren dalam mendampingi para santri terutama dalam hal melengkapi prasyarat-prasyarat dalam perjalanan sesuai Protokol Kesehatan Covid-19.

Serta dirinya juga berpesan, agar para santri yang masih di Bali dan akan kembali kepesantren menjaga kesehatan, dan melakukan karantina mandiri seperti yang telah diperintahkan oleh pesantren.

“Buat para santri, mohon jaga kesehatan dan lakukan karantina mandiri sebelum kembali ke pesantren. Dan patuhi aturan sesuai protokol kesehatan,” pesannya.

Reportase: Wandi Abdullah (LTNNU Badung)
Editor: Dadie W. Prasetyoadi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.