Kiai Mahen Qosim, Maulid Adalah Wujud Syukur Kita Sebagai Umat Rasulullah

PWNUBALI.OR.ID | DENPASAR

Dalam memperingati Maulid Nabi SAW 1441 H yang diselenggarakan oleh GP. Ansor Kota Denpasar, Satkorcab Banser Denpasar, Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor Kota Denpasar bertempat di langgar Santri Nusantara, Cargo, Denpasar.(23/11)

Wakil Rais Syuriyah PCNU Kota Denpasar KH. Mahen Qosim dalam ceramahnya mengingatkan bahwa memperingati Maulid Nabi merupakan salah satu bentuk amaliyah Ahlussunnah waljamaah.

“Kenapa kita mengadakan Maulid? apakah karena Mbah mbah kita yang mengadakan kemudian kita ikut-ikutan,” ujarnya.

Menurutnya, ini disebabkan karena Rasulullah yang mengantarkan kita Iman kepada Allah, dan Rasulullah merupakan manusia pilihan, bukan manusia umum seperti kebanyakan kita.

“Maka dikatakan ketika ruh beliau hendak dipindahkan ke ruh Sayyidah Aminah seluruh isi alam bergembira dan Malaikat pun ikut bertasbih kepada Allah,” jelas Pengasuh Pondok Pesantren Darunnajah Al Mas’udiyah, Denpasar.

Dalam kisahnya Nabi Adam as yang memakan buah khuldi diluar kesadaran atau bisa dikatakan ‘lupa’, yang kemudian ternyata menjadi rahmat dan nikmat sehingga Rasulullah SAW pun terlahir ke dunia ini,” kata Kiai Mahen.

Untuk itu, maulidan sebagai bentuk wujud syukur kepada Allah. “Karena kita dijadikan sebagai umat Rasulullah SAW, sebagaimana Nabi Ilyas as yang kepingin menjadi umatnya Rasulullah juga,” pungkasnya

Reportase/Foto: Syahrial Ardiansyah
Editor: Dadie W. Prasetyoadi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.