Ketua PW Ansor Bali: Idul Fitri Awal Rekonsiliasi Sosial Demi Meneguhkan Persatuan Bangsa

0
98

PWNUBALI.OR.ID – Berkesempatan menjadi Khotib sholat Ied di Masjid Nurul Iman, Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur, H. Yunus Naim sampaikan pentingnya menjalin silaturahmi serta menciptakan hubungan timbal balik dan keharmonisan antara agama dan negara.

Dalam khutbahnya, Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Bali tersebut mengajak seluruh jamaah untuk memegang teguh dan memprioritaskan azaz persatuan dan kesatuan.

“Karena kesatuan tidak hanya sebatas menjaga kita semua dari ancaman yang sudah jelas di depan mata, melainkan juga kesatuan yang dibutuhkan demi menciptakan kemaslahatan bersama,” paparnya.

Selanjutnya H. Yunus mengingatkan Agar kerukunan dan persatuan tetap terus dipertahankan. Terlebih setelah merasakan atmosfer udara pesta demokrasi yang begitu sensitif sehingga perlu disikapi dengan Arif dan bijaksana. Dengan adanya perbedaan pilihan, berharap jangan sampai menciderai kerukunan dan persatuan yang ada atau menghalangi Silaturahim diantara kita semua.

“Perbedaan adalah Sunnatullah, keniscayaan, karena pada dasarnya perbedaan yang dilarang adalah setiap perbedaan yang berdampak pada kehancuran dan perpecahan diantara umat Islam. Sehingga kita hendaknya bijak dan pandai dalam menyikapi perbedaan yang ada,” tambahnya.

Terakhir menurut Ketua PW Ansor Bali yang sedang menyelesaikan gelar S2 di UIN Jember tersebut, Indonesia adalah seperti negara Madinah yang dibangun atas dasar kesepakatan-kesepakatan antar elemen bangsa yang berbeda untuk hidup bersama dibawah bendera NKRI. Maka, seandainya ada perbedaan yang terjadi hendaknya tidak langsung marah, geram ataupun tidak puas dengan sikap yang berbeda dari saudara sesama anak bangsa. Melainkan masih bisa memilih sikap rahmah dan kasih sayang terhadap sesama.

“Oleh karena itu marilah di (momen) Idul Fitri ini kita jadikan momentum untuk kembali memahami fitrah dasar manusia, yaitu saling mengasihi dan menyayangi. Kita jadikan Idul Fitri sebagai titik awal untuk rekonsiliasi sosial demi meneguhkan persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkasnya. (Red. MM)

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.