Sekjen PP Ansor, Adung Abdul Rahman : “Jika ada Spanduk HTI, Copot! Tanpa harus menunggu komando pusat. Ini perintah.”

Sekretaris Jendral Pimpinan pusat GP Ansor, Adung Abdul Rohman memberikan pengarahan sekaligus membuka secara resmi konferensi wilayah GP Ansor Provinsi Bali ke VI hari Ahad, 6 Mei 2018 di Hotel Oranjje Denpasar. Dalam kesempatan itu, sahabat Adung mengajak masyarakat Indonesia untuk bersyukur dengan Bangsa Indonesia ini. Jika ada yang ingin mendirikan negara sendiri itu berati tidak bersukur dengan Bangsa ini.

Sahabat Adung menjelaskan bahwa Bangsa Indonesia menjadi tumpuan dan teladan bagi Islam di dunia. Karena di dunia tidak ada yang sedamai, aman, harmonis, dan tentram seperti Indonesia. Seperti yang disampaikan oleh Grand Syach Mesir beberapa waktu yang yang lalu. Bahwa Negara indonesia adalah negara yang damai maka harus dengan kedamaiannya.

Sementara orang-orang yang ingin mendirikan khilafah adalah orang-orang yang tidak bersyukur. Di Indonesia kita bisa beribadah dengan bebas, mendirikan tempat-tempat ibadah dengan bebas, Dan tidak ada negara di dunia ini seperti Indonesia yang setiap hari raya apapun di peringati dan di tempatkan yang terhormat.

“Substansi Islam adalah rahmatalil’alamin, kasih sayang bagi semesta alam, bukan muslim saja. Nenek moyang kita berhasil mengambil intisari dari semua agama itu dan berhasil mewujudkannya di Indonesia. Ini adalah pertaruhan kita supaya Indonesia betul-betul menjaga negara yang harmonis, toleran, dan damai dalam bingkai Kebhinekaan. Karena Kebhinekaan adalah pusat gravitasi NKRI” paparnya.

Maka dari itu, dengan tegas Adung Abdul Rahman mengatakan bahwa kita menolak, menentang dan melawan mereka yang mengusung Khilafah. lebih dalam Adung mengatakan bahwa mereka (pengusung khilafah) adalah musuh.

Adung juga menegaskan kepada ratusan peserta konferwil jika melihat bendera HTI langsung di lepas tanpa harus menunggu komando. karena itu adalah bentuk makar.

“Jika ada spanduk HTI langsung copot tanpa menunggu perintah pusat. Ini bukan pengarahan, tapi perintah. Copot dan kasih polisi! Ini adalah bentuk makar untuk negara Indonesia.” ujarnya disambut tepuk tangan ratusan peserta Konferwil Ansor Bali. (red : MM)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.