Madrasah Kader NU Bali, Membangun Militansi Yang Kuat Terhadap NU

Denpasar, 9 Mei 2018

Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama provinsi Bali menggelar Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) dalam rangka memberikan pembekalan atau kaderisasi jamiyyah NU yang ada di Provinsi Bali. MKNU di bali ini merupakan madrasah kader yang ke 42 setelah sebelumya di laksanakan di berbagai daerah seluruh Indonesia.

Bacaan Lainnya

Sesuai dengan hasil mukmtamar NU ke 33 di Jombang, semua jajaran pengurus Nadlatul Ulama dari berbagai tingkat wajib mengikuti Madrasah Kader. Tak terkecuali di Bali, ketua PWNU Bali tidak akan mengeluakan SK jika belum mengikuti madrasah kader.

“Sedikit memaksa karena sudah ada beberapa (pengurus) cabang yang melakukan konferensi. Sementara SK akan keluar setelah memiliki sertifikat Madrasah Kader. Jika tidak ikut Madrasah Kader jangan harap SK keluar.” ujarnya.

MKNU di Bali digelar mulai hari ini (9/5) hingga dua hari kedepan (11/5). Peserta kegiatan MKNU Provinsi Bali berjumlah 75 orang dari pengurus NU cabang maupun wilayah se-Bali. Adapula dari beberapa banom seperti GP Ansor, IPNU-IPPNU, LTNU, Laziz-NU, LDNU, Pagar Nusa, dan lainya.

Materi dalam kegiatan tersebut berkaitan dengan keaswajaan dan kenegaraan seperti; Relasi dan respon NU terhadap negara, NU dan pemberdayaan ekonumi umat, Memperkuat stategi dakwah NU melalui media, serta arah, cita-cita dan strategi perjuangan NU. Semua materi dibawakan oleh narasumber yang kompeten di bidangnya dan ada juga yang langsung dari PBNU Pusat.

Ketua Panitia MKNU PWNU BALI, Drs. Saifudin Azis menjelaskan tujuan MKNU adalah untuk meningkatkan militansi dan karekter jati diri yang kuat terhadap NU. Sehingga para peserta di harapkan benar-benar dapat menyerap materi yang disampaikan oleh narasumber MKNU. (red:MM)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.