Safari Dakwah Pergunu, Upaya Pengenalan Pergunu kepada Masyarakat di Bali

Safari dakwah merupakan program yang diusulkan pimpinan wilayah untuk mewujudkan rencana pengurus PC seluruh provinsi Bali, di samping kegiatan-kegiatan lain yang diprogramkan oleh masing-masing PC setempat dalam memperkenalkan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU). Berangkat dari hasil rapat kerja wilayah, dengan semua pimpinan dari  masing-masing cabang, bahwa tugas awal adalah memperkenalkan pergunu sebelum melakukan pendataan guru-guru NU.

Salah satu program yang dianggap paling mudah diterima di kalangan masyarakat adalah program safari dakwah. Safari Dakwah ini mendatangkan seorang tokoh muda dari malang yang merupakan wakil ketua LDNU kabupaten Malang, Ust. Deden Jaenal Abidin.

Bacaan Lainnya

Kegiatan dakwah pergunu dikemas dalam bentuk safari dakwah keliling kabupaten kota se-provinsi Bali, yang dipimpin langsung oleh sekretaris umum wilayah persatuan guru Nahdlatul Ulama provinsi Bali, I Wayan Sritama.

Program safari dakwah dimulai sejak tanggal 24 maret hingga 28 maret dengan tujuan pertama yaitu kota Singaraja, di empat lokasi. Lokasi pertama dituju yaitu MIN Nurul Huda Singaraja, dengan undangan seluruh wali santri dan guru. Menurut kepala sekolah, bapak Lewa Karma, M.Pd., moment semacam ini sengaja beliau manfaatkan untuk memperkenalkan PERGUNU ke seluruh lapisan masyarakat khususnya wali siswa yang belum mengenal PERGUNU.

Lokasi kedua, ke desa Pegayaman. Acara di desa pegayaman ini dikemas dalam bentuk pengajian isro’ mi’raj sekaligus pelantikan PAC 1 Sukasada yang didampingi ketua PC PERGUNU kab. Buleleng yang juga sebagai wakil ketua wilayah persatuan guru NU provinsi Bali, Ust. Sahlan, S.Pd. Dalam pelantikan tersebut, para pengurus PC dipimpin langsung oleh sekretaris wilayah, I Wayan Sritama menggantikan ketua PW yang berhalangan hadir.

Dalam sambutannya, I Wayan Sritama berpesan kepada seluruh guru NU yang dilantik, agar mampu menterjemahkan peran dan tugas pergunu dalam meningkatkan kualitas umat Islam dalam bingkai aswaja an-nahdliyah.

Dan selanjutnya malam hari kembali ke kota Singaraja, yaitu Masjid Baitur Rahmah Singaraja dengan agenda serupa, pengenalan PERGUNU yang dikemas dalam bentuk acara Isra’ dan Mi’raj.  Hingga terakhir di Kabupaten Singaraja ditutup dengan diskusi pagi ba’da subuh di Mushala Taman Sari Singaraja. Kemudian dilanjutkan ke kabupaten berikutnya yaitu Bangli dan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Bali. (IWS/MM)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.