Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, PW Muslimat NU Bali, Teladani Akhlak Nabi Untuk Ketahanan Keluarga

PWNUBALI.OR.ID | Denpasar – Bersama Nyai Hj. Handariyatul Masruroh (Pengasuh Pondok Peantren Darussalam Putri Blokagung), Pimpinan Wilayah Muslimat Nahdlatul Ulama Bali (PW MUSLIMAT NU BALI) menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Minggu pagi [06/10].

Tidak hanya dihadiri Ketua Tanfidziyah Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Bali yakni KH. Abdul Azis, turut hadir Rois Syuriah PWNU Bali yakni KH Noor Hadi Al-Hafidz beserta Bu Nyai Hj. Siti Qomariyah dalam Maulid tersebut. Serta Banom NU dan beberapa pekumpulan Muslimah di Bali.

Bacaan Lainnya

Acara yang bertempat di Masjid Al Ihsan Sanur tersebut mengusung tema “Meneladani Akhlaq Nabi Muhammad SAW untuk Ketahanan Keluarga”. Dra. Hj. Any Haniah M.A dalam hal ini menyampaikan, “PW Muslimat ingin mengarahkan hadirin menghasilkan generasi yang solutif berkemampuan dalam memecahkan masalah.”

Selain itu juga bertujuan meningkatkan motivasi, meneladani, serta membuka semangat warga nahdliyah dan umat Islam umumnya dalam membangun aktifitas islami dan sosial di lingkungan masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua PW Muslimat NU Bali tersebut turut menyampaikan terima kasih kepada para donatur, sponsor, terutama pada kehadiran Pimpinan Nahdlatul Ulama Bali dan perkumpulan Muslimah yang hadir serta partisipan lainnya.

Pada Kegiatan inti dalam acara tersebut, yakni pembahasan terkait Ketahanan Keluarga bersama Nyai Hj. Handariyatul Masruroh. Beliau menyampaikan bahwa dalam memilih istri itu sama halnya memilih Nasib seorang anak. “Bapak menentukan Nashab, Ibu menentukan Nasib” ujarnya singkat.

Ketika seorang laki-laki cenderung memilih istri melalui paras, maka akan lebih beruntung ketika ia juga memperhatikan karakter perempuan tersebut. “Perempuan yang hebat itu adalah Perempuan yang bisa menjadi Cahaya, dalam keluarganya dan menjadi tauladan dalam Masyarakat”. Nyai Hj. Hadariyatul mejelaskan seperti apa Perempuan yang bisa menjadi Cahaya tersebut, “Perempuan yang punya iman, ilmu, akhlak, dan dedikasi yang kuat. Ini Perempuan yang bisa menjadi Cahaya dalam keluarga”.

Sebagai pelengkap pembahasan, beliau memberi amalan kepada para ibu yang ingin seorang anak laki-lakinya lekas mendapatkan jodoh yakni dengan membaca Surah Yasin dan Surah Toha setelah maghrib.

Acara berakhir dengan pemberian cenderamata kepada Nyai Hj. Handariyatul Masruroh, dan jajaran pimpinan PWNU Bali, serta doa Bersama yang dipimpin langsung oleh Rois Syuriah PWNU Bali yakni KH Noor Hadi Al-Hafidz.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses